Komunikotavisual Ajak Siswa SD Bromantakan Surakarta Berkreasi Media Kartu Pos dengan Tema Anti Korupsi 

Anak anak SD Bromantakan Surakarta mendesain kartu pos anti korupsi di koridor Ngarsopuro Solo.  Foto : Almira Nindya
Anak anak SD Bromantakan Surakarta mendesain kartu pos anti korupsi di koridor Ngarsopuro Solo.  Foto : Almira Nindya

Menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), Komunikotavisual bersama siswa SD Bromantakan Surakarta, menggelar aksi menggambar kartu pos massal, di Koridor Ngarsopuro, Solo, Sabtu (9/12).


Pemrakarsa aksi Basnendar Herry Prilosadoso selaku co founder Komunikotavisual menjelaskan, bahwa aksi kreatif sebagai media alternatif menggaungkan budaya anti korupsi kepada siswa sekolah dasar dengan aktivitas menggambar di media berupa kartu pos. 

"Kegiatan ini mengenalkan anak agar menjauhi korupsi sejak dini. Selain itu juga menggugah kembali mengenal kartu pos, dalam kegiatan paska tes menjelang terima rapor," ungkap Basnendar, Sabtu (9/12/2023).

Surni Andayani, Kepala Sekolah SD Negeri Bromantakan Surakarta sangat mendukung aksi yang melibatkan siswa sebagai upaya pengenalan budaya anti korupsi sejak dini, seperti datang masuk sekolah tepat waktu, jujur, tidak suka menyontek, dan kegiatan lainnya yang terkandung sesuai anti korupsi.

"Anak anak harus dikenalkan kedisiplinan, kejujuran dan jiwa nasionalisme dengan mengenalkan perilaku anti korupsi sejak dini." Ungkap Surni.

Sementara itu, sejumlah siswa terlihat sangat antusias, salah satunya Tatanael, siswa kelas 5, yang menggambar karakter tikus bertuliskan anti korupsi mengungkapkan jika gambar tikus yang dibuatnya mewakili koruptor karena suka mencuri. 

“Korupsi adalah tindakan mencuri uang rakyat dan yang dirugikan juga rakyat, harapannya korupsi di Indonesia bisa hilang," ungkap Tata, salah seorang siswa.

Sekedar diketahui, aksi kreatif berupa menggambar kartu pos secara massal sebagai bagian kampanye Budaya AntiKorupsi sejak usia dini ini dilakukan oleh sekitar 98an siswa dari kelas 4, 5, dan 6 SD Negeri Bromantakan Surakarta.

Kegiatan ini bagian dari Project ke 42 Komunikotavisual yang dilaksanakan di ruang terbuka.