Korban Pengeroyokan di Kawasan Blotongan Salatiga Kritis, Dua Orang Lainnya Trauma

Sejumlah Polisi saat melalukan olah TKP pengeroyokan di Jalan Raya Fatmawati Blotongan, Sidorejo, Senin (21/8).
Sejumlah Polisi saat melalukan olah TKP pengeroyokan di Jalan Raya Fatmawati Blotongan, Sidorejo, Senin (21/8).

BPK (17) Warga Kenteng Tegalrejo, Salatiga korban pengeroyokan di di kawasan Jalan Raya Fatmawati Blotongan, Sidorejo, hingga Senin (21/8) kondisinya masih kritis.


BPK yang dirawat di RSUD Salatiga mengalami luka terbuka di punggung 2 kedalaman kurang lebih 1 cm dan dada kiri diduga akibat senjata tajam dan mengalami pendarahan di kepala.

Sementara, dua korban pengeroyokan lainnya masing-masing berinisial SAB (19),  warga Cabean Mangunsari Salatiga yang mengalami luka di tangan sebelah kiri (dimungkinkan akibat terjatuh/ bukan akibat benda tajam) dan MR (17) warga Kenteng Tegalrejo Salatiga, mengalami luka lecet di bagian pelipis kiri (dimungkinkan akibat terjatuh/ bukan akibat benda tatajam, alami trauma

Kapolres Salatiga AKBP Aryuni Novitasari, M.Psi., M.Si., Psi. saat dihubungi Senin (21/8), membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Saat ini jajaran Satreskrim Polres Salatiga terus berupaya dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pelaku kejadian tersebut," kata Kapolres.

Penyidik meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti termasuk melakukan identifikasi melalui CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Salatiga Polda Jateng bersama Sat Lantas Polres Salatiga juga melakukan pengecekan dan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) tindak pidana kekerasan secara bersama-sama atau dugaan pengeroyokan.

Dugaan pengeroyokan ini  menggunakan sejumlah alat dan menimpa 3 orang korban dan sempat muncul di media sosial.

"Adapun kronologis kejadiannya berdasarkan keterangan dari saksi, kejadian berawal pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2023 sekira pukul 22.00 WIB para korban bersama seorang saksi HK (17) warga Kenteng Tegalrejo Salatiga,  berkumpul di Roncali (tepatnya depan Kumon)," ungkap Kapolres.

Korban dan HK kemudian nongkrong hingga pukul 03.30 WIB. Ketika hendak pulang melalui jalan arah Blotongan, setibanya di depan Pom Bensin Soka Blotongan berpapasan dengan rombongan pelaku yang tidak dikenal lebih kurang 10 orang.

Dari para pelaku diketahui ada yang membawa senjata tajam berupa clurit.

Setelah itu kelompok pelaku berputar arah mengejar korban, karena takut para korban dan saksi menambah kecepatan dan setibanya di TKP  (depan sebrang Soto Seger Blotongan) korban terjatuh menabrak trotoar / tiang stainless pembatas jalan.

"Selanjutnya secara bersama-sama para pelaku melakukan kekerasan terhadap para korban, sedangkan saksi bisa menghindar menyelamatkan diri serta melaporkan ke Polres Salatiga," imbuhnya.

Dengan peristiwa itu, Kapolres Salatiga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap anak-anaknya.

Serta, tidak membiarkan keluyuran pada malam hari yang akhirnya melakukan kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kapolres Salatiga juga berharap agar masyarakat Kota Salatiga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan informasi agar peristiwa ini dapat segera diungkap.

"Mari jaga kota Salatiga tetap aman dan kondusif, wujudkan Kota Salatiga zero knalpot brong dan zero balap liar, keselamatan adalah yang pertama dan utama. Salam presisi," pungkasnya.