KPU dan Bawaslu Blora Tandatangani Petisi Pemilu Damai

Mahasiswa melakukan longmarch disertai orasi sepanjang alun -alun menuju DPRD Blora diakhiri dengan penandatanganan petisi. RMOL Jateng
Mahasiswa melakukan longmarch disertai orasi sepanjang alun -alun menuju DPRD Blora diakhiri dengan penandatanganan petisi. RMOL Jateng

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blora menggelar aksi damai  melakukan long march (jalan kaki ) dari alun-alun menuju depan gedung DPRD Blora diiringi seni barongan dan dikawal ketat petugas Polres Blora. 


Ketua Pengurus Cabang PMII Kabupaten Blora, M. Nurkolis Majid menjelaskan, aksi  tersebut sebagai upaya menjaga dan memastikan kondusifitas Pemilihan Umum 2024. Dalam orasi mereka menyebutkan lima point penting kepada publik.

“Jadi kami bergerak, dalam upaya ikut serta menjaga dan memastikan kondusifitas Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024,” ungkapnya.

Sepanjang perjalanan mereka mengibarkan bendera dan membawa poster dengan aneka tulisan serta melakukan orasi. Suasana cukup tertib dan terkendali. Mereka mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora menandatangani petisi puluhan mahasiswa tersebut.

Pertama, berkomitmen mendukung pihak penyelenggara guna mewujudkan Pemilu kondusif, aman, tertib, damai dan berintegritas.

Kedua, berkomitmen mendukung terciptanya Pemilu yang bebas dari hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA, money politik dan kecurangan lainnya.

Ketiga, mengimbau kepada generasi milenial agar tidak apatis pada Pemilu 2024 dan diharapkan untuk dapat menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab.

Keempat, menolak segala bentuk penyebaran berita dan informasi hoaks serta kebencian yang berpotensi menyebabkan konflik horizontal di tengan masyarakat. 

Kelima, kut serta memastikan terhadap hasil Pemilu 2024 mampu melahirkan pemimpin dan wakil rakyat yang berintegritas baik di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPR RI, Kepala Daerah serta Presiden dan Wakil Presiden mendatang yang bisa menumbuhkan ide dan gagasan serta visi-misi yang berimpech terhadap pembangunan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan melalui pengeras suara oleh Fazan Afif di depan gedung DPRD Blora dan mendapat perhatian serta apresiasi dari KPU serta Bawaslu Blora.

“Kami sangat mendukung apa yang disampaikan adik-adik dari PMII, sepakat menolak segala bentuk penyebaran berita dan informasi hoaks serta kebencian dalam Pemilu 2024,” kata Heni Rina Minarti dari KPU Blora.

Alwi selaku Komisioner Bawaslu Blora mengatakan, mahasiswa sebagai agent of change diharap mampu menjadi motor penggerak kemajuan demokrasi di Indonesia.

"Peranan mahasiswa disini sangat dibutuhkan dalam memberikan perspektif politik yang positif kepada masyarakat, mencegah pelanggaran, mengawasi proses pemilu dan melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran,” tegasnya.

Menurut Alwi, pihaknya merasa perlu menyiapkan kader-kader pengawas partisipatif untuk mengawal dan menjaga marwah demokrasi sesuai dengan mandat undang-undang.