Kuota Disabilitas untuk Seleksi CPNS di Batang Tak Laku

Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki. RMOL Jateng
Penjabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki. RMOL Jateng

Kuota penyandang disabilitas pada lowongan PNS dan PPPK di Pemerintah Kabupaten Batang mencapai dua persen tiap tahun. Meski begitu, tak ada berminat formasi itu kosong.


"Kami selalu menyediakan formasi untuk disabilitas, baik P3K maupun CPNS. Tapi, tak ada yang mendaftar. Entah kenapa," kata Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, Kamis (18/1).

Lani mengaku, prihatin dengan kondisi ini. Ia menduga, ada beberapa persyaratan terlalu berat bagi disabilitas.

Ia berencana untuk meminta rekomendasi dari KemenPAN-RB untuk merevisi persyaratan tersebut.

"Kami akan evaluasi, apa yang salah, apa yang kurang. Kami akan minta saran dari KemenPAN-RB, bagaimana agar formasi ini bisa diminati oleh disabilitas," ujarnya.

Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Batang, Arinal Helmi Setiawan mengatakan, selalu menyediakan kuota untuk penyandang disabilitas sesuai amanat undang-undang.

Ia menyebut pada seleksi 2023, sempat ada dua pendaftar untuk kuota disabilitas. Satu dianggap tidak memenuhi syarat.

"Yang satu lagi passing gradenya tidak masuk," jelasnya.

Ia menyebut untuk kuota disabilitas tidak ada pengecualian khusus kecuali kondisi fisik. Syarat umum masih sama semisal ijazah linier hingga pendidikan sesuai kebutuhan.

Helmi menyebut, ketika kuota untuk disabilitas tidak terisi maka bisa diisi dengan pelamar biasa. Syaratnya kualifikasi dasar sama dengan yang dibutuhkan.

Adapun saat ini ada beberapa PNS di Kabupaten Batang tergolong disabilitas. Ada seorang guru SD, lalu sejumlah penyandang disabilitas fisik.

"Ada yang penyandang disabilitas fisik justru mendaftar jalur biasa," jelasnya.