Lagi, PUDAM Tirta Lawu Karanganyar Berangkatkan Karyawan Umroh ke Tanah Suci Gratis

Dirut Pudam Tirta Lawu Prihanto (tengah) bersama karyawan yang akan berangkat umroh. Dian Tanti/RMOLJateng
Dirut Pudam Tirta Lawu Prihanto (tengah) bersama karyawan yang akan berangkat umroh. Dian Tanti/RMOLJateng

Rasa syukur tak terhingga terus diucapkan Heru widyanto, Kabag Perencanaan Tehnik di Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Lawu.


Dimana dirinya bersama 15 orang lainnya mendapat panggilan ke Baitullah untuk melaksanakan umroh. "Iya, Alhamdulillah, saya bisa pergi umroh. Ini anugrah luar biasa dari Allah pada saya," ucap Heru, Minggu (14/4). 

Tak hanya Heru yang sangat berbahagia bisa umroh ke Tanah Suci, Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu yang juga berangkat umroh bersama sang Istri Evita Prihanto dan putrinya,

Sejak kepemimpinan Prihanto, mulai tahun 2017 hingga tahun 2024 rutin memberangkatkan para karyawannya untuk umroh. Hanya terjeda saat terjadi pandemi Covid 19 lalu. 

"Awal-awal hanya memberangkatkan 5 orang saja hingga akhirnya menjadi 9 orang karena pendapatan perusahaan juga meningkat," ujar Dirut PUDAM Tirta Lawu. 

Bahkan, daftar tunggu karyawan PUDAM Tirta Lawu yang mendapatkan kesempatan pergi Umroh ini pun, sejak 2025 sampai 2029 sudah disusun. Tentunya juga ada kreteria khusus yakni usia diatas 49. 

Pengumuman siapa karyawan yang mendapatkan jatah umroh di tahun berikutnya ini dilakukan secara terbuka saat halal bilhalal. 

Satu persatu nama karyawan PUDAM yang namanya di telah dimasukan kedalam kotak pengundian diundi. 

Dan nama karyawan yang disebut, pada saat itupun ditanya tentang kesediaanya untuk berangkat umroh atau tidak.

Bagi karyawan yang belum siap berangkat umroh, namannya diganti dengan karyawan lainnya. Seperti yang terjadi saat halal bilhalal. 

Ada satu karyawan PUDAM yang belum siap untuk Umroh, maka karyawan itupun langsung diganti dengan karyawan lainnya yang sudah siap berangkat umroh ditahun berikutnya. 

Prihanto mengatakan hadiah umroh pada karyawannya yang beragama muslim ini sebagai bentuk penghargaan dari perusahaan pada mereka yang sudah bekerja keras membesarkan PUDAM. 

Program umroh para karyawan, ungkap pria bersahaja ini, mulai digulirkan pada tahun 2017. Dan ditahun-tahun awal, pihak perusahaan hanya memberikan kesempatan 5 orang karyawan.

Dan seiring pendapatan perusahaan yang terus meningkat, maka kuota karyawan yang diberangkatkan umroh naik menjadi 9 orang karyawan.

"Awal hanya 5 orang karyawan. Seiring pendapatan perusahaan yang semakin meningkat, kuota karyawan yang diberangkatkan sebanyak 9 orang," ujar pria yang dikenal murah senyum ini. 

Ia mengatakan selain diberikan pada pejabat PUDAM dan karyawan PUDAM yang akan pensiun, hadiah umroh ini pun diberikan pada karyawan berusia 49 tahun keatas. 

"Tak ada batasan masa kerja. Asal sudah berusia 49 tahun dan memiliki fisik yang kuat, bisa berangkat umroh. 

Ia optimis, program umroh gratis yang sudah disusun siapa saja karyawan yang akan berangkat umroh hingga 2029,tetap akan dijalankan. 

Meskipun dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai Direktur Utama PUDAM Tirta Lawu. 

Pasalnya, program umroh karyawan PUDAM bukan bersifat ganti pemimpin ganti kebijakan. Namun program ini sekaligus program mulia yang wajib tetap dilestarikan. 

"Yen program ini dihentikan, nanti yang memarahi langsung Allah. Karena program ini program mulia untuk meningkatkan rasa taqwa para karyawan. Apapun itu kalau sudah ke Tanah Suci, saya yakin pasti ada perubahan pada para karyawannya," pungkasnya.