Mantan Camat Jaten Bakal Gugat Bupati Karanganyar

Teguh Haryono. Foto : Dian Tanti
Teguh Haryono. Foto : Dian Tanti

Mutasi puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karanganyar yang dilakukan Bupati Rober Christanto, beberapa waktu lalu, berbuntut panjang.


Mantan Camat Jaten, Teguh Haryono bakal menggugat orang nomor satu di Karanganyar itu lantaran memindah tugaskan dirinya menjadi Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus).

Teguh berencana mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika dalam mutasi terhadap dirinya ada yang tidak sesuai prosedur.

"Saya mempertanyakan apakah pelantikan kemarin melalui prosedur atau tidak, salah satunya apakah melalui melalui Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat)," jelasnya kepada wartawan, Rabu (6/12) di kantornya.

Sebab, Teguh menduga mutasi terhadap dirinya itu berkaitan dengan organisasi masyarakat (ormas) Giribangun Indonesia Maju (GIM) yang dideklarasikannya pada 29 Oktober lalu. 

Dalam organisasi itu, Teguh didapuk  sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) GIM, merupakan ormas yang bergerak di bidang sosial dan budaya. 

"Ini murni bergerak di bidang sosial dan budaya. Kami  tidak berafiliasi dengan partai politik apapun," tegasnya.

Teguh menyebut dirinya merupakan ASN yang sudah mengabdi selama lebih dari 30 tahun. Baru dipercaya  menjabat sebagai Camat Jaten 10 bulan mulai Februari lalu. 

"Namun oleh Bupati Rober yang baru menjabat 15 hari sudah dipindahkan lagi," imbuhnya. 

Sebelumnya Bupati Karanganyar Rober Christanto Sebelumnya, Bupati Karanganyar Rober Christanto mengatakan, proses mutasi merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalisasi kinerja para ASN.  

Mutasi dilakukan sesuai dengan pertimbangan yang matang. Termasuk melihat dari kemampuan masing-masing ASN. Tidak ada (muatan politik), mutasi itu hal biasa untuk penyegaran dalam struktur ASN.

"Jadi ASN yang dimutasi ke tempat baru itu, sudah sesuai dengan pertimbangan. Itu juga kita melihat dari kemampuan masing-masing ASN," pungkasnya.