Mantan Lurah Ledok Resmi Tersangka Kasus Transaksi Jual Beli Tanah Bengkok

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Sukamto SH, MH (tengah) saat memaparkan materi kasus korupsi dibalut dalam Jumpa Pers di Lobby Kejari Salatiga, Rabu (3/4). Erna Yunus B/RMOLJateng
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Sukamto SH, MH (tengah) saat memaparkan materi kasus korupsi dibalut dalam Jumpa Pers di Lobby Kejari Salatiga, Rabu (3/4). Erna Yunus B/RMOLJateng

Mantan Lurah Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga Bambang Hartono (59) ditetapkan tersangka dalam kasus korupsi tanah bengkok oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga, Rabu (3/4).


Pengumuman penetapan tersangka ini langsung diumumkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Salatiga Sukamto SH, MH dibalut dalam Jumpa Pers di Lobby Kejari Salatiga.

Didampingi Kasi Intel Mirzantio SH MH dan Kasi Pidsus Naseh SH MH, Kajari menerangkan selain Bambang Hartono, tersangka lainnya adalah Nurhadi, seorang warga sipil bergerak dibidang swasta.

Kedua tersangka langsung ditahan dalam di Rutan Salatiga, sebagai tahanan titipan Kajari Salatiga.

Sebagai informasi, saat kejadian Bambang merupakan ASN Pemkot Salatiga hingga pensiun masih menjabat dan pensiun akhir tahun 2023.

Sedangkan Nurhadi saat kejadian menjabat Ketua Pokja PTSL sekaligus Ketua RT daerah kasus ini. Atas kasus ini Negara mengalami kerugian mencapai Rp 256 juta.

PTSL adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang merupakan program dari BPN untuk pendaftaran pembuatan sertifikat tanah bagi masyarakat atau yang sering disebut dengan sebutan sertifikat masal.

Disampaikan Kejari, kasus ini mulai ditangani Kejari Salatiga awal tahun 2023 berdasarkan laporan masyarakat berkaitan dengan tanah bengkok milik Pemkot Salatiga 250 meter2.

Dimana, terdapat tanah yang kategori abu-abu 'dimainkan' kedua tersangka dijual belikan dengan bukti kutipan liter C.

"Ada lima orang sebagai konsumen sekalian sebagai saksi yang telah diterperiksa. Dijual dengan nilai rata-rata Rp 50 jutaan dan luasan 50 meter2," kata Sukamto.

Ditambahkan Kasi Intel Mirzantio SH MH, kedua tersangka langsung ditahan di Rutan Salatiga sebagai tahanan titipan.

"Kedua tersangka hingga sore ini masih melengkapi berkas dan diperiksa kesehatannya di Rutan Salatiga. Selanjutnya akan dititipkan di Rutan Salatiga, sebagai tahanan titipan Kejari Salatiga," ungkap Mirzantio.

Kasi Intel biasa disapa Tio menerangkan, kasus ini terus dalam pengembangan dan tidak menutup kemungkinan muncul tersangka baru.