Meski Dilanda Elnino, Blora Selatan Masih Bisa Menikmati Panen

Petani di Blora bagian selatan masih bisa penen meski dilanda Elnino
Petani di Blora bagian selatan masih bisa penen meski dilanda Elnino

Meski sebagian petani di Blora mengalami kekeringan, sebagian wilayah selatan di Kabupaten Blora masih bisa melangsungkan panen padi. Mereka masih bisa panen lantaran para petani di sana memanfaatkan air dari sumur bor dan aliran sungai Bengawan Solo.


Plt Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Ngaliman menyebut secara topografi wilayah Blora terbagi dua, utara yang saat ini identik dengan kekeringan dan wilayah selatan yang masih bisa melangsungkan panen. 

"Wilayah selatan seperti Cepu, Kedungtuban,  Kraadenan, dan Randublatung termasuk daerah cekungan. Mereka masih bisa memanfaatkan aliran sungai Bengawan Solo sehingga dampak kekeringan tak begitu dirasakan petani di sana," ucapnya, Rabu (11/10). 

Bahkan, para petani disana bisa tetap menanam padi dan kini telah memasuki musim panen. 

"Sebagian yang lain mengandalkan sumur bor yang dipompa, seperti yang barusan panen di Desa Kedungtuban seluas 200 ha," imbuhnya. 

Jika ditotal secara keseluruhan selama Oktober ini ada 2.430 hektare sawah yang masih bisa panen. Selain pertanian biasa sebagian sudah beralih pada sistem penanaman organik. 

Menurutnya baik pupuk hingga obat-obatan,  upaya pertanian organik itu bagus untuk kelestarian tanah jangka panjang. 

"Dengan organik produktivitas bagus per hektar bisa panen di atas 6 ton. Ada yang sampai 9,5 ton," pungkasnya.