Naik KA Perintis Batara Kresna, Solo-Wonogiri Cuma 60 Menit

KA Perintis Batara Kresna jalur Wonogiri- Solo
KA Perintis Batara Kresna jalur Wonogiri- Solo

BTP Kelas I Semarang tengah merampungkan peningkatan jalur KA lintas Solo - Wonogiri. Langkah ini dilakukan dalam upaya memaksimalkan pelayanan perjalanan angkutan KA Perintis Batara Kresna.


Salah satunya dengan penggantian rel R.42 (sebagian R.33) bantalan besi menjadi rel R.54 bantalan beton agar kecepatan operasional KA Batara Kresna semakin optimal.

Setelah peningkatan prasarana nantinya, kecepatan operasional KA Batara Kresna akan meningkat menjadi rata-rata 60km/jam sehingga memangkas waktu tempuh hingga 30 menit. Dimana semula perjalanan mencapai 1 jam 45 menit menjadi sekitar 60 menit. 

"Dengan peningkatan prasarana akan bisa memangkas waktu tempuh hingga 30 menit. Semula 1 jam 45 menit menjadi sekitar 60 menit," jelas Krisbiyantoro, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Kamis (30/11). 

Bahkan KAI Daop 6 Yogyakarta bersama dengan BTP Kelas I Semarang juga menyosialisasikan perjalanan angkutan KA Perintis Batara Kresna dari Stasiun Purwosari- Wonogiri PP. 

KA Batara Kresna saat ini berjalan dengan kecepatan 35 km/jam dengan jarak tempuh. 1 jam 45 menit. Dengan tiket sebesar Rp4.000, melalui subsidi angkutan KA perintis oleh Pemerintah.

KA Perintis Batara Kresna juga seringkali digunakan masyarakat untuk berwisata baik sekedar menikmati selama perjalanan Solo-Wonogiri maupun menuju tempat wisata di kota tujuan. 

Berbagai upaya pemerintah dalam meningkatkan perkeretaapian di jalur Solo-Wonogiri membutuhkan dukungan dari berbagai pihak termasuk masyarakat yang berada di sekitar jalurnya sendiri, terutama dalam hal keselamatan.

"Dengan bertambahnya kecepatan tentu masyarakat harus semakin waspada. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dekat atau bahkan di jalur KA," pesannya.

Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang dan jika dilanggar dapat dikenai sanksi pidana baik denda maupun kurungan.

"Peningkatan jalur diharapkan masyarakat bisa memiliki alternatif transportasi yang lebih banyak dan meningkatkan ekonomi daerah-daerah yang dilalui KA," pungkasnya.