Optimalisasi Promosi Pariwisata Salatiga, Direktur IKPM: Jadikan Media Sosial Sarana Promosi, Bukan Penyebar Hoax

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemenkominfo, Septriana Tangkary (tengah), foto bersama pembicara seminar di Hotel Wahid, Salatiga, Jum'at (25/8).
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemenkominfo, Septriana Tangkary (tengah), foto bersama pembicara seminar di Hotel Wahid, Salatiga, Jum'at (25/8).

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim (IKPM) Kemenkominfo, Septriana Tangkary, menjelaskan Pemerintah berkomitmen mengajak masyarakat Salatiga mengembangkan pariwisata.


Salah satunya, menjadikan media sosial (Medsos) sebagai sarana promosi dan publikasikan bukan penyebar hoax.

Hal ini disampaikan Septriana Tangkary ditengah Seminar Genposting bertema "Optimalisasi Promosi Pariwisata Salatiga Melalui Media Sosial", di Hotel Wahid, Jum'at (25/8).

Kegiatan diinisiasi Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim bersama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo itu sekaligus sebagai upaya komunikasi publik terkait Gerakan Nasional Bangga Berwisata di Indonesia.

Wanita berhijab ini mengungkapkan, Medsos saat ini di Indonesia sebagai sebuah sarana jitu menumbuhkan dan meningkatkan kekayaan pariwisata Indonesia.

"Generasi milenial yang mendominasi medsos saat ini, diyakini mampu menggerakkan masyarakat untuk berwisata di Indonesia saja. Untuk itu, sasaran kami adalah anak muda sejalan dengan tema saat ini, "Optimalisasi Promosi Pariwisata Salatiga Melalui Media Sosial"," ungkap dia.

Septriana Tangkary pun mengajak semua pihak mempercepat pembangunan ekosistem, infrastruktur teknologi dan komunikasi hingga di daerah-daerah terpencil.

Karena memang, rencana pembangunan nasional menuju digital society saat ini menjadi fokus utama.

Dilatarbelakangi sektor pariwisata yang memiliki peranan penting sebagai salah satu sumber bagi penerimaan devisa, serta dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan produktivitas suatu negara, kegiatan melibatkan puluhan anak muda Salatiga berbagai unsur terlaksana.

Melalui program Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI), disebutkan Septriana Tangkary menjadi agenda besar Pemerintah RI sebagai gerakan agar dapat mendorong minat dan kebanggaan masyarakat Indonesia untuk berwisata di dalam negeri sesuai dengan arahan Presiden pada 29 September 2022.

BBWI sendiri adalah merupakan program yang berdampingan dengan program Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Melalui program itu, diharapkan bisa mengaktivasi dan menumbuhkan sentra-sentra ekonomi kreatif di destinasi wisata yang ada di Indonesia.

Dibarengi dengan meningkatnya konsumsi produk ekonomi kreatif dan produk lokal sebagai wujud Bangga Buatan Indonesia.

"Target dari gerakan BBWI pada sektor pariwisata adalah dapat mendorong mobilitas wisatawan nusantara sebesar 1,4 miliar pergerakan," akunya.

Upaya meningkatkan kunjungan destinasi wisata di Indonesia sebagai tujuan pergerakan wisatawan nusantara, diharapkan juga dapat menghasilkan pendapatan pariwisata senilai Rp 3.281 triliun atau setara 18% PDB nominal.

Melalui peningkatan jumlah kunjungan ke suatu daerah, harapannya permintaan produk/jasa lokal pun meningkat.

"Dengan kata lain, gerakan BBWI ditujukan untuk menggerakkan masyarakat dengan program liburan #DiIndonesiaAja sambil juga memacu geliat perekonomian daerah," imbuhnya.

Lebih jauh ia menerangkan, sasaran program BBWI adalah kelompok masyarakat berpengeluaran menuju menengah-atas, usia muda dewasa 15—59 tahun (gen Z dan milenial).

Kedua kelompok tersebut diyakininya, mendominasi pangsa pasar wisatawan nusantara. Untuk penguatan atraksi yang mendorong mobilitas masyarakat berwisata, Pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha, asosiasi dan komunitas akan mengembangkan atraksi berbasis seasonal olahraga, musik, kuliner dan festival unik daerah.

Dukungan gerakan program BBWI memerlukan peran aktif dari seluruh entitas pendukung. Pemerintah daerah diharapkan dapat turut aktif memperomosikan pariwisata lokal secara intensif, salah satunya Kota Salatiga.