Paranoid Parah, RA Akhirnya Sembuh Usai Ditangkap Polisi

Pemuda inisial RA (31) warga Desa/Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen diamankan polisi karena mengkonsumsi sabu. Prayitno/Dok.RMOLJateng
Pemuda inisial RA (31) warga Desa/Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen diamankan polisi karena mengkonsumsi sabu. Prayitno/Dok.RMOLJateng

Kabar gembira bagi para penyabu yang mengalami paranoid parah. Ingin sembuh? Tak perlu beli obat mahal atau ikut terapi es yang percaya bisa meredakan rasa sakit parah yang timbul akibat kecanduan.


Cukup ditangkap polisi, pasti sembuh. Tak percaya?. Tanyakan hal itu pada RA (31) warga Desa/Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen.

Sebelum ditangkap polisi, RA mengaku rutin mengkonsumsi sabu sebulan bisa mencapai 2 hingga 3 kali. Bahkan ia merasa ketakutan atau "paranoid" parah setelah mengenal sabu.

"Saya sangat ketakutan jika di depan rumah ada sepeda motor berhenti. Takut ditangkap polisi. Saya harus ngumpet di kamar, jika paranoid itu muncul," kata RA saat konferensi pers, Kamis (1/2).

Kini setelah berhadapan dengan hukum, RA merasa lebih tenang. Paranoid itu tak lagi muncul seperti sebelumnya.

"Pengaruh teman Pak, saya akhirnya nyabu. Dulu kalau lagi paranoid, ada suara meja saja saya takut. Sekarang sudah tidak lagi, kan sudah ketangkap. Saya jadi jauh lebih tenang," akunya.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Recky melalui Kasat Resnarkoba Polres AKP Khusen Martono mengatakan, tersangka diamankan di Jalan Yos Sudarso Timur, masuk Desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen.

"Dari penangkapan itu, kita amankan barang bukti berupa sebuah plastik klip bening yang berisi sabu seberat 1,04 gram," jelas AKP Khusen didampingi Kasihumas Polres AKP Heru Sanyoto.

Kepada polisi tersangka mengaku jika barang tersebut adalah miliknya yang akan dikonsumsi. Namun sebelum menikmati barang haram itu, RA keburu diamankan Sat Resnarkoba.

Tersangka RA dalam pengakuannya mengkonsumsi sabu sejak tahun 2021. Saat itu ia dikenalkan oleh temannya dan menjadi ketergantungan.

Tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama 12 tahun penjara dan denda paling banyak 8 miliar Rupiah.