Pedagang Pasar Batang Heran, Harga Beras Naik Saat Panen Raya

Operasi Pasar Murah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu
Operasi Pasar Murah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu

Tren kenaikan harga beras terjadi di Kabupaten Batang hingga menembus Rp 14 ribu per Kilogram. Kenaikan itu membuat sejumlah pedagang merasa keheranan.


"Kenaikannya aneh, apalagi saat ini kan lagi masa panen raya. Biasanya harga beras naik itu pada bulan November hingga Januari karena banjir ya? Lalu Februari turun lagi," kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Batang, Anwar Rozikin, Jumat (8/9).

Ia menyebut harga beras sebelumnya di kisaran Rp 11 ribu hingga Rp 12 ribu per Kilogram. Saat ini, harga beras menembus Rp 13.500 hingga Rp 14.500 per Kilogram.

Kenaikan harga beras berlangsung setiap hari selama seminggu terakhir. Tiap hari ada kenaikan sekitar Rp 200.

"Saya kira kok masih naik terus ya. Karena belum tampak tren turun," ucapnya.

Anwar berharap Bulog serta Pemkab Batang segera turun untuk melakukan operasi pasar murah. Hal itu agar harga beras tidak terus naik.

Di sisi lain, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Batang Wahyu Budi Santoso, menyebut salah satu fakto knaikan harga beras karena kemarau panjang. 

Ia menyatakan masyarakat tidak perlu cemas, sebab  Kabupaten Batang memiliki cadangan beras di Bulog  sebanyak 100 ton. Lalu Pemerintah Kabupaten Batang juga memiliki tiga lumbung pangan yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

Lumbung pangan itu berada di tiga lokasi yaitu di Desa Sidorejo Kecamatan Gringsing, Desa Tersono Kecamatan Tersono dan Desa Wonobodro Kecamatan Blado.

"Lumbung ini merupakan cadangan pangan sebagai upaya mengatsi terjadi kekurangan pangan. Tiga lumbung pangan itu menyerap sentra produksi terutama padi di wilayah sekitarnya,"kata Wahyu. 

Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar operasi pasar digelar. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk teknis.