Pemilu Usai, Harga Beras Kembali Naik

Warga antri beli sembako murah di Kecamatan Jaten. Dian Tanti/Dok.RMOLJateng
Warga antri beli sembako murah di Kecamatan Jaten. Dian Tanti/Dok.RMOLJateng

Pesta demokrasi telah usai. Warga pun kembali kehidupan 'nyata'. Mirisnya hal ini langsung mengena dengan naiknya harga beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.


Di Pasar Tradisional Karanganyar misalnya. Pasar murah yang sebelumnya digelar Pemprov Jawa Tengah, tidak berdampak terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

Saat ini harga beras harga beras di pasaran untuk  jenis IR 64 medium mencapai Rp14.750 atau mengalami kenaikan sebesar Rp.618 dari sebelumnya dikisaran harga Rp.13.700.

Pedagang Pasar Jungke Karanganyar Kota, Yanti, (40) menuturkan kenaikan harga beras terjadi sejak sebelum pelaksanaan Pemilu.

Menurutnya beras premium di lapaknya dijual seharga Ro16.000 per kilogram. Karena harga makin mahal, konsumen mulai beralih ke beras medium.

“Harga sudah naik dari penggilingan padi,  mau tak mau ya harga ikut naik," ucapnya, Minggu (18/2). 

Kepala Dinas Perdagangan Karanganyar, Martadi mengatakan kenaikan harga beras ini merata di berbagai wilayah. 

Namun beras untuk pangan rakyat tidak kekurangan stok. "Mahal iya, tapi tidak langka. Operasi pasar dapat dilakukan apabila dirasa perlu," jelss Martadi. 

Sebelummya Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama pemerintah Jawa Tengah menggelar bazar pangan murah, di halaman Kantor Kecamatan Jaten, Karanganyar Rabu (7/2) lalu. 

Tujuan kegiatan stabilisasi  pangan ini agar masyarakat bisa membeli bahan kebutuhan  pangan dengan harga murah. Berbagai kebutuhan pokok memang dijual di bawah harga pasar. 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishakpan), Dyah Lukisari sampaikan gerakan pangan murah itu memang digelar di daerah yang harga sembakonya relatif meninggi.

Harga pangan dijual di bazar pangan ini karena harganya sudah disubsidi pemerintah. Bahan pangan tersebut sebagian berasal dari Badan Pangan Nasional. Rata- rata besarnya subsidi bervariasi mulai Rp. 1500.