Pemkab Batang Usul UMK 2024 Sebesar Rp2,322 juta

Kepala Disnaker Batang, Rahmat Nurul Fadilah. RMOL Jateng
Kepala Disnaker Batang, Rahmat Nurul Fadilah. RMOL Jateng

Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Batang mengusulkan upah minum kabupaten (UMK) tahun 2024 sebesar Rp2,322,897. Angka itu naik 1,79 persen atau Rp40 ribu dari Rp2.282.026.


"Alhamdulillah rapat usulan UMK tidak ada perdebatan terlalu sengit. Ya, hasil pembahasannya sepakat untuk tidak sepakat terhadap usulan besaran UMK 2024," kata Kepala Disnaker Batang, Rahmat Nurul Fadilah di kantornya, Rabu (22/11).

Untuk penghitungan UMK 2024 antara Apindo dan SPSI menggunakan rumusan atau acuan berbeda. Rumus Apindo melibatkan dua variabel yaitu pertumbuhan ekonomi dan alfa terjadi kenaikan Rp40.897. 

Usulan dari SPSI menggunakan tiga variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi dan alfa. Ada selisih kenaikan Rp97 ribu.

Pj Bupati Batang mengambil pilihan sesuai dengan regulasi yakni Pasal 26 a Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023. Orang nomor satu di Batang itu menentukan kenaikan Rp40 ribu atau 1,79 persen.

Rahmat menyebutkan, berdasarkan regulasi Pasal 26 a Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 2023. UMK Batang lebih tinggi dari rata-rata konsumsi rumah tangga dibagi rata-rata banyaknya anggota rumah tangga.

"Itu yang menghitung BPS, akhirnya ketemu upah minum kita yang sudah berjalan lebih tinggi dari rata-rata konsumsi rumah tangga dibagi banyak rata-rata  anggota rumah tangga," ungkapnya.

Pihaknya telah menyampaikan usulan UMK telah disampaikan ke Gubernur Jawa Tengah. Untuk putusan besaran UMK pada tanggal 30 November 2023.

"Apakah Gubernur sudah menyetujui nantinya, yo kita tunggu.  Dan semua kepeutusan itu harus diterima dengan lapangan dada," ungkap Rahmat.