Pemkot Salatiga Antisipasi 'Tumpahan' Arus Mudik Dampak Banjir Pantura

Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani. Erna Yunus B/RMOLJateng
Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani. Erna Yunus B/RMOLJateng

Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga mengantisipasi tumpahan pemudik pasca dampak banjir di kawasan Pantura (Demak, Kudus dan sebagian Semarang).


"Jika itu (banjir Pantura) terjadi semakin meluas, kemungkinan besar nanti pemudik yang menuju arah Pantura akan memilih melewati jalur Salatiga. Hal perlu sedini mungkin mengantisipasinya," ungkap Pj. Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, Jum'at (22/03).

Tak terlalu berlebihan jika ia berharap banjir di pantura tidak semakin meluas.

Apalagi, lanjut dia, mendekati hari Lebaran tahun 2024, penambahan intensitas arus mudik menuju Jawa Tengah tahun ini diperkirakan mencapai 70.000 kendaraan.

Namun ia yakin, Natal Tahun Baru (Nataru) 2023 lalu berlangsung dengan baik, maka momen Idul Fitri 2024 harapannya juga berlangsung dengan baik, dan lebih baik lagi.

"Semakin banyak yang terlibat, semakin kelihatan juga bahwa Kota Salatiga ini memang bisa diandalkan," tandas Yasip.

Sebelumnya, Pj Wali Kota menghadiri secara langsung Rapat Koordinasi Lintas Sektoral (Rakor Linsek) Dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1445 H, di Aula Mapolres Salatiga.

Dalam kesempatan itu, Yasip menyinggung kemungkinan Kota Salatiga akan menjadi lokasi transit menuju ke arah timur.

Termasuk, pembahasan tentang ketersediaan kebutuhan bahan pokok serta mengantisipasi kenaikan harga-harga menjelang Lebaran 2024.

Oleh karena itu, pada Rakor Linsek tersebut semua pihak diharapkannya bisa memberikan masukan-masukan yang positif dan konstruktif agar kelancaran arus dan keamanan dapat terselenggara dengan baik.

"Yang tak kalah penting adalah terkait dengan bahan pokok, kenaikan harga menjelang Lebaran ini harus diwaspadai. Dan kita nanti akan melakukan operasi pasar, mohon untuk bisa didukung pengamanannya," tukas Yasip.