Pemkot Semarang Atasi Stunting Melalui Lomba Masak Kudapan Bernilai Gizi Tinggi

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Semarang mengadakan lomba masak lumpia untuk anak-anak stunting.


Ketua DWP Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin mengatakan, lomba memasak kudapan khas berupa lumpia yang dikreasikan untuk bisa diberikan kepada anak stunting.

Kegiatan ini diikuti oleh 48 tim dari DWP dan 10 tim dari Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI).

Lies mengatakan, lumpia dikreasikan dengan berbagai bentuk yang bisa menarik anak-anak seperti dibentuk sushi, sandwich hingga ekado. Namun yang paling penting adalah angka kecukupan gizi (AKG) dari satu buah lumpia tersebut.

“Kita bikin lomba masak lumpia tapi yang bisa disukai anak-anak. Tapi yang paking penting itu nilai gizinya yang kita nilai karena kita fokus untuk dimakan oleh anak-anak stunting,” kata Lies usia pengumuman pemenang lomba masak lumpia di Hall Balaikota Semarang, Jumat (25/11).

Pihaknya mengharapkan lomba memasak kudapan untuk anak stunting ini bisa membawa dampak positif dalam penurunan angkanya di Kota Semarang.

“Dinas perikanan menjadi juara satu karena mereka menggunakan bahan dasar ikan yang sudah memiliki nilai gizi tinggi dan menggunakan campuran lain yang tidak menggunakan MSG karena kalau dari produk ikan kan lebih gurih dan lebih enak dan nilai gizi juga tinggi,” paparnya.

Sementara itu Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan, adanya lomba masak untuk anak stunting ini diharapkan bisa di tiru oleh ibu-ibu yang memiliki anak terutama anak-anak yang masuk dalam kategori stunting. 

Ita, sapaan akrabnya, meminta agar resep yang dibukukan ini nantinya bisa diperbanyak dan bisa dijadikan kenang-kenangan atau cenderamata dari Kota Semarang tentang memasak lumpia dengan AKG yang tinggi.

“Harapannya bisa berkesinambungan tidak hanya lumpia tapi menu tradisional dari semarang lainnya yang ada nilai gizi, cita rasa enak dan mudah dibuat,” ucap Ita.