Pemkot Semarang Bakal Lakukan Kerjasama dengan PHRI Penuhi PMT Balita Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan Kota Semarang akan melakukan kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) guna pemenuhan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam mengatakan pemberian PMT yang dibiayai menggunakan APBN selama tiga bulan alam berakhir pada pertengahan September ini. 

Sehingga untuk melanjutkan program PMT untuk balita stunting, Pemkot Semarang menggandeng PHRI. Pasalnya, per bulan Agustus angka stunting di Kota Semarang masih pada angka 1022 meski angka tersebut telah mengalami penurunan.

"PMT yang menggunakan APBN selama 3 bulan ini akan berakhir pertengahan Spetember. Jadi kita akan kerjasama dengan PHRI melalui program CEMPAKA (cegah stunting bersama pengusaha)," jelas Hakam, Senin (18/9).

Nantinya dari pengusaha-pengusaha yang masuk dalam PHRI yang akan emlanjutlan membagikan  PMT setiap hari dalam kurun waktu satu tahun.

"Besok baru akan tandatangan MOU nya," bebernya.

Nantinya dalam surat kerjasama tersebut akan dijelaskan hotel maupun restoran mana saja yang akan membagikan PMT sesuai jadwal yang ditentukan. Dalam sehari, nantinya akan ada 400 - 500 pack PMT yang akan dibagikan kepada balita stunting.

"Harapannya dengan skema PMT dari CSR ini semoga bisa membantu sehingga kegiatan PMT ini tidak hanya berhenti tiga bulan saja dan berlanjut selama satu tahun," terangnya.

Selain dari PHRI, nantinya pemenuhan PMT juga akan dibantu oleh beberapa rumah sakit. Bahkan ada bantuan salah satu produk susu yang akan diberikan ke daycare milik Pemkot Semarang.

"Ada bantuan dari salah satu produk susu yang akan kita berikan ke daycare. Dan telur dari salah satu pengusaha yang bekerjasama dengan salah satu media cetak nasional," pungkasnya.