Pemkot Semarang Ijinkan Sahur dan Bagi Takjil di Jalanan Asal Tertib

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Saat Mengikuti Prosesi Dugderan Di Semarang Akhir Pekan Lalu. Umar Dani/RMOLJateng
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Saat Mengikuti Prosesi Dugderan Di Semarang Akhir Pekan Lalu. Umar Dani/RMOLJateng

Pemerintah Kota Semarang mempersilahkan warga untuk menggelar aktifitas menyambut bulan Ramadan seperti sahur on the road maupun bagi-bagi takjil di jalanan asal tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.


Himbauan itu disampaikan Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu usai menghadiri Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan 1445 H di Masjid Agung Semarang pada Senin (11/03) malam. 

Menurut Mbak Ita, sapaan akrab Walikota Heverita, sahur on the road itu hanya ada di bulan Ramadhan saja sehingga Pemkot mengijinkan bila ada yang menggelar sahur on the road.

"Silakan saja bila ada masyarakat ingin sahur on the road.  Pesan saya saat pelaksanaan  dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu warga lainnya" kata Mbak Ita kepada wartawan.

Dia juga mempersilakan bila ada warga yang ingin kegiatan bagi-bagi takjil selama bulan Ramadan di Kota Semarang 

"Tak ada larangan atau pembatasan lain yang diatur dalam kegiatan bagi takjil. Namun dalam pelaksanaannya diminta agar untuk teratur, utamanya tidak mengganggu arus lalu lintas" katanya.

Bahkan, mbak Ita mendorong manakala ada warga yang hendak melakukan kegiatan berbagi makanan untuk buka puasa di jalanan, bisa menentukan tempat yang tidak berpotensi membuat kemacetan. Karena Pemerintah Kota (Pemkot)  juga akan melakukan bagi-bagi takjil secara rutin. 

“Seperti tahun lalu, bisa dilakukan di di halaman Balai Kota, yang tidak mengganggu lalu lintas dan atau mengganggu perjalanan orang yang mau pulang dari aktivitas kerja. Kita sama-sama menghormati lah. Pemkot Semarang juga akan melakukan kegiatan berbagi takjil bersama-sama dengan mahasiswa di halaman Balai Kota. Selain itu juga ada kerja sama dengan Kodim. Intinya boleh, yang penting tertib,” ujarnya. 

Di sisi lain, dirinya menjelaskan jika ada kebijakan-kebijakan khusus selama bulan Ramadan, khususnya penerapan jam operasional hiburan malam dan aturan jam masuk dan pulang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Semarang. 

Terlebih untuk aturan operasional di Pemkot Semarang, ia menekankan kepada ASN agar pelayanan bisa selalu maksimal.

“Hiburan diatur jam-jamnya. Dan kemarin saya sudah menandatangani ada kebijakan-kebijakan untuk tempat hiburan ada waktunya. Kedua, ada pelayanan untuk teman-teman PNS. Ini juga ada surat edaran mulai masuk dan pulang. Namun kami pastikan pelayanan masyarakat tak terganggu selama Ramadan,” imbuhnya.