Pendaki Naik Tugu Puncak Lawu di Masa PPKM Tuai Kecaman

Tangkapan layar seorang pendaki Gunung Lawu. Dok
Tangkapan layar seorang pendaki Gunung Lawu. Dok

Beredarnya video di media sosial adannya seorang pendaki yang memanjat tugu di puncak Gunung Lawu Hargo Dumilah menuai kecaman dari berbagai pihak.


Diketahui dari salah satu akun Instagram, dalam postingannya pada 18 Agustus lalu mengunggah video dan foto yang menunjukkan aksinya naik ke tugu di Puncak Lawu dengan membawa lambang Garuda Pancasila. 

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto sangat menyayangkan kejadian tersebut. Pasalnya selama pandemi Covid-19 dan pemberlakuan PPKM jalur resmi pendakian gunung Lawu di Karanganyar ditutup.  

"Selama PPKM Darurat kemudian diperpanjang dengan PPKM level 4, semua jalur resmi pendakian di Karanganyar ditutup," jelas Titis, Senin (23/8). 

Sebagai seorang pendaki gunung dan pecinta alam, pasti akan memelihara alam dan juga memelihara etika saat melakukan pendakian. Biasanya para pendaki sebelumnya akan mendapatkan  pengarahan dari petugas jaga di pintu masuk.  

"Para pendaki akan ada pembekalan apa yang boleh dilakukan dan apa yang dilarang selama pendakian," lanjut Titis.  

Dirinya sangat berharap bagi para pendaki yang akan naik gunung Lawu diharapkan melalui jalur pendakian resmi. Harus melapor dan ikuti pesan-pesan dari petugas terkait larangan dan anjurannya

"Kalau tidak dibuka (jalur pendakian) ya sebaiknya tidak naik. Khawatirnya kalau terjadi sesuatu pasti merugikan diri sendiri. Pendakian melalui jalur resmi terdata. Baik identitas maupun jadwal naik dan turunnya. Kalau tidak turun sesuai jadwal pasti akan ada pencarian," pesannya. 

Sementara itu Rifan Feir Nandhi, salah satu relawan Karanganyar Emergency (KE) yang juga pecinta alam ini menyatakan untuk menunjukkan ekspresi harus sesuai dengan norma kesopanan.  

"Hal itu sangatlah tidak etis, untuk mengungkapkan ekspresi ataupun kritikan ada etikanya," tegas Rifan.  

Terlebih lagi saat naik ke puncak Tugu juga terlihat membawa Bendera Merah Putih dan lambang negara Burung Garuda. Bendera memang dikibarkan namun lambang negara Burung Garuda diletakkan di bawah kakinya. 

"Jelas tidak etis. Lambang Garuda itu tertinggi setelah Bendera Sang Saka Merah Putih itu simbol negara. Harus paham etikalah. Berdiri di puncak Hargo Dumillah bawa simbol negara dan ditaruh di dekat kakinya dan dia berdiri, ingat itu simbol negara lo boss," pungkasnya.