Pendidikan Antikorupsi, SMAN 1 Gringsing Cek Kejujuran Siswa Langsung Ke Orangtua

Sejumlah sekolah menengah atas (SMA)  negeri di Kabupaten Batang sudah menerapkan kurikulum pendidikan antikorupsi.


Salah satunya SMA Negeri 1 Subah yang memasukkan pendidikan antikorupsi dalam program pembentukan karakter.

"Di setiap mapel, saya minta selipkan materi antikorupsi,  seminggu dua kali juga ada literasi khusus," tutur kepala SMA N 1 Subah, Saefudin pada RMOL Jateng,  Minggu (27/10/2019).

Ia juga menyatakan bakal memperkuat pendidikan antikorupsi saat kelas meeting. Pihaknya berencana terus membuat poster antikorupsi sebagai pengingat bahayanya korupsi.

Cara yang berbeda dilakukan Tukimin,  kepala SMA N 1 Gringsing yang terus melestarikan kantin kejujuran untuk mendidik siswanya.

Selain itu,  ia juga selalu mengecek kejujuran siswa ketika pembayaran SPP.

"Jika ada siswa yang belum bayar. Sekolah mengecek langsung ke rumah,  jika memang belum bayar padahal sudah dikasih uang kan ketahuan. Tapi kalau memang brlum bayar,  kami jadi tahu kesulitannya," tuturnya.