Pengamat Undip: Ahmad Lutfi-Sudaryono Hanya Alternatif

Pengamat politik Undip Wahid Abdulrahman. Umar Dani/RMOLJateng
Pengamat politik Undip Wahid Abdulrahman. Umar Dani/RMOLJateng

Pengamat politik Undip Wahid Abdulrahman menilai, duet Ahmad Lutfi-Sudaryono di Pilgub Jateng, hanya sebagai alternatif. Hal ini tak lepas dari kuatnya pengaruh PDI Perjuangan di wilayah tengah pulau Jawa ini.


"Kalau semangatnya menghadirkan suasana baru di Jateng, perlu koalisi besar.Karena kalau tiga pasang yang maju, agak kecil kemungkinan untuk mengalahkan PDI Perjuangan," kata Wahid usai acara Deklarasi Sahabat Lutfi Jawa Tengah yang berlangsung di sebuah kafe di Semarang, Senin (3/6).

Namun, jika bicara sosok personal, Wahid menyebut, peluang Kapolda Jateng Irjen Ahmad Lutfi untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jateng sangat besar. Menurut Wahid, munculnya nama Ahmad Lutfi tidak lepas dari peran Presiden Jokowi yang ingin menjaga program yang dicanangkannya bisa terus dilanjutkan oleh gubernur.

"Bagaimana Jawa Tengah itu dari perspektif program strategis nasional (PSN) bisa berjalan dengan lancar. Nah fungsi Itu perlu dijalankan oleh gubernur yang terpilih besok," kata Wahid pada wartawan.

Dia menjelaskan, sampai bulan Agustus, Presiden Jokowi masih punya power sehingga upaya untuk mengkonsolidasi itu terlaksana  sampai  dengan tahap pencalonan Pilgub.

"Kita tunggu saja dalam satu atau bulan lagi, kayaknya kalau dari rekam jejak, dari raport, dari nilai bobot maka, pak Lutfi masuk semua menjadi kandidat kuat menjadi calon gubernur " kata Wahid.

Namun demikian, Wahid mengingatkan bila dalam Pilgub ini nostalgia pilpres ini bisa saja  berlanjut dalan pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng.

“Untuk pak Lutfi, kata Wahid, peluang untuk maju dalam pilgub kuncinya ada di Gerindra dan Golkar, kalau kandidat yang lain , gerbongnya sudah Nampak,” paparnya.

"Alasan pak Lutfi bisa maju karena ada restu dari solo, dari istana , secara kualitas tidak diragukan lagi, startnya juga cukup bagus, namun demikian , belum ada partai yang  mengusungnya" tambahnya.

Wahid justru menggiring publik dengan menyatakan harusnya memang Gerindra yang jadi partai pengusungnya, namun  kalau Golkar yang mengusungnya masih cek ombak

Untuk kandidat calon dalam pemilihan gubernur, Wahid berharap ada dua figur pasangan yang akan maju dalam pemilihan gubernur mendatang.

Dia beralasan, dengan dua pasangan itu akan terjadi head to head dengan PDI Perjuangan. Pasangan pertama yaitu calon dari PDI Perjuangan dengan mas Hendi yang punya peluang cukup besar untuk maju sebagai kandidat, pasangan yang kedua tentunya Ahmad Lutfi .

"Bila dia punya gerbong sendiri , misalnya dicalonkan dengan Gerindra, pak Lutfi sebagai gubernur dengan mas Daryono sebagai wakil gubernur , karena Maqom nya pak Lutfi itu sebagai gubernur, jadi eman-emanlah bila tidak dijadikan calon gubernur, mubadzir kalau pak Lutfi jadi wakil gubernur" nilai Wahid.

Sedangkan  di sisi lain, kata Wahid,  Sudaryono, adalah anak emas Prabowo, tentu berharap ingin jadi gubernur. "Tapi, Daryono kelemahannya adalah di Jawa Tengah belum punya pengalaman di birokrasi, kemampuan untuk mengkonsolidasikan bupati walikota itu tidak sembarang orang," katanya.