Penumpang Pesawat Domestik dengan Komorbid Wajib Swab

Penumpang pesawat domestik dengan kondisi kesehatan khusus atau komorbid yang tidak dapat menerima vaksin wajib tes baik antigen maupun swab. Sedangkan, penumpang yang sudah vaksin ke dua dan booster tidak perlu menujukkan hasil test.


General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Hardi Ariyanto mengatakan, penumpang komorbid membawa hasil test antigen dan PCR dalam kurun waktu 3x 24 jam.

"Bisa juga rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan. Selain itu, dan persyaratan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19," ungkapnya dalam siaran rilis, Selasa (8/3). 

Kebijakan ini merujuk pada pemerintah pusat. Di samping itu, penumpang yang baru  mendapatkan vaksinasi dosis pertama wajib menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 3 x 24 jam. Sedangkan, rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. 

"PPDN dengan usia dibawah enam tahun dapat melakukan perjalanan dengan pendamping perjalanan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," terang dia. 

Pihaknya mengimbau, pengguna jasa bandara tetap menaati dan menjalankan protokol kesehatan. Di samping itu, juga sudah menyiapkan aplikasi Peduli Lindungi dan mengisi electronic-Health Alert Card (e-HAC) sebelum ke bandara agar dapat mempercepat proses pemeriksaan dan tidak menimbulkan antrean.

"Manajemen juga terus menghimbau kepada seluruh pengguna jasa serta para stakeholder di lingkungan bandara untuk mematuhi ketentuan perjalanan yang berlaku," papar dia.