Penyandang Disabilitas Curhat Pada Bupati Batang

Ratusan penyandang dan pegiat disabilitas berkumpul di halaman kantor Bupati Batang, Jumat (6/12).


Bersama Bupati Batang, Wihaji mereka memperingati hari disabelitas internasional

Guru Disabilitas SLB Batang, M Hikmat meminta pelayanan di Batang ramah dengan disabilitas.

Contohnya, menyediakan parkir khusus kendaraan roda tiga ataupun penyediaan kursi roda.

"Kalau kota besar suadah ramah disabilitas tapi, belum banyak daerah yang ramah disabilitas, dan kami harap Batang bisa menjadi pelopor daerah ramah disabilitas," pinta penyandang Tuna Daksa itu.

Ia juga ingin Polres Batang ada layanan pembuatan SIM D untuk penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini Pemkab Batang turut memberikan bantuan kepada para penyandang Disabilitas.

Seperti bantuan kursi roda, alat bantu pendengaran.

Pemkab juga secara spontan melakukan infaq dari para ASN.

Dari donasi yang terkumpul sekitar Rp13.573.800 ini akan diperuntukkan untuk pembangunan toilet bagi penyandang disabilitas.

Dan juga pemkab memberikan bantuan tunai Rp25 juta untuk dana bantuan pendidikan bagi siswa SLB.

Terkait dengan kesiapan menjadi daerah ramah disabilitas, Wihaji mengaku akan mulai menyiapkan diri.

Salah satu langkah yang diupayakan adalah dengan nantinya akan diresmikan Mall Pelayanan Publik (MPP) di kantor DPMPTSP.

"Saya MPP nanti dapat menambah layanan fasilitas khusus penyandang disabilitas.

Menjawab keluhan Kepala Sekolah SLB yang meminta Bupati agar tidak menarik gedung milik Pemkab yang di pinjam untuk belajar mengajar.

Saya jamin, selama saya masih menjabat tanah dan gedung Pemda yang sekarang untuk SLB tersebut aman dan bisa digunakan tanpa rasa khawatir," katanya.