Perkosa dan Rampas Telepon Genggam Dua Siswi, Pelaku Ditembak Polisi

Seorang pelaku pemerkosaan terhadap dua siswi di Kabupaten Demak, berhasil diringkus Tim Resmob Polres Demak.


Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan petugas saat hendak melakukan penangkapan.

Aksi bejat Paryadi (35), warga Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak, terungkap setelah orang tua kedua korban melapor kejadian yang dialami putrinya. 

Dalam aksinya, pelaku berkeliling dengan sepeda motor untuk mencari korban.

Kapolres Demak, AKBP Budi Adhy Buono mengatakan, dari penyidikan yang dilakukan, modus pelaku ini mengajak korban saat pulang sekolah dan les, untuk diantar pulang ke rumah. Namun, di tengah jalan, pelaku mengajak korban ke perkebunan dan berpura-pura beralasan akan memetik jagung.

"Saat di perkebunan sepi, pelaku ini langsung mencekik dan melakban kaki, tangan, dan mulut korban, lalu menyetubuhinya. Setelah itu, pelaku juga mengancam akan membunuh jika korban melapor kejadian itu, lalu mengambil handphone-nya," terang Kapolres Demak, di Pendopo Polres Demak, Kamis (7/10).

Paryadi mengaku, aksi biadab tersebut sudah dua kali dilakukan di Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Saat ditanya alasan aksinya, pelaku tidak menjawab.

"Ya saya pertamanya ngajak dia (korban), tak anter pulang, tapi gak saya antar, saya ajak ke sawah," kata Paryadi.

Di hadapan petugas, pelaku berdalih mengambil telepon genggam untuk dijual membayar utang koperasi. "Mau tak jual buat bayar koperasi," dalih pelaku.

Sementara itu, Kapolres Demak menerangkan, dari tangan pelaku, petugas juga berhasil mengamankan dua stel baju korban, dua handphone, lakban, satu alat ukur yang digunakan korban untuk membuka lakban, serta satu unit sepeda motor pelaku. 

"Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman seumur hidup sampai hukuman mati," pungkas Kapolres.