Perkuat Digitalisasi UMKM, Amartha Targetkan 100 ribu agen AmarthaOne Hingga Pelosok Indonesia

Peresmian bedah warung agen AmarthaOne Sumber Berkah di Sumber Solo, oleh Aditya Pratomo, Head of New Retail Amartha. RMOL Jateng
Peresmian bedah warung agen AmarthaOne Sumber Berkah di Sumber Solo, oleh Aditya Pratomo, Head of New Retail Amartha. RMOL Jateng

Platform teknologi keuangan mikro Amartha, siap memperkuat digitalisasi UMKM di Indonesia, dengan menargetkan 100 ribu agen AmarthaOne di seluruh pelosok Indonesia.


Head of New Retail Amartha, Aditya Pratomo mengatakan, sejalan dengan kebijakan pemerintah, Amartha terus mendorong inklusi permodalan melalui digitalisasi ekonomi masyarakat. 

"Amartha mendukung ekosistem perekonomian digital di Indonesia dengan program 100 ribu agen AmarthaOne sebagai pusat pembayaran non tunai oleh pelaku UMKM sebagai mitra," ungkap Aditya saat meresmikan program Bedah Warung Agen AmarthaOne di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (16/2).

Dia menyampaikan, untuk kota Solo tren transaksi digital sangat tinggi, hal tersebut ditopang edukasi dan fasilitas makin memadai. Terdata di Kota Solo ada 1000 agen Amartha yang bermitra dengan UMKM.

"Maka kami hadir di warung kelontong kecil yang ada di gang atau jalan desa, agar mendekatkan diri pada masyarakat agar memudahkan bertransaksi digital. Seperti bayar listrik, tagihan bank, transfer bank dan pembayaran digital lainnya," imbuh Aditya.

Bedah Warung agen AmarthaOne merupakan bentuk apresiasi bagi agen Amartha yang memiliki jumlah transaksi digital yang signifikan. Seperti warung UMKM milik Mila, warga Sumber, Solo, memiliki performa mencapai 600 transaksi digital sepanjang tahun 2023.

Mila Andriana (28) mengaku sangat mendapatkan manfaat menjadi mitra agen AmarthaOne Solo.

"Awalnya saya mitra Amartha dalam pendanaan, saya buka warung makan saat pandemi, tapi karena tidak bisa bersaing saya pindah toko kelontong menjadi agen penyedia transaksi digital dan ternyata sangat diminati masyarakat," ungkap Mila.

Bahkan Mila mengaku tanpa sosialisasi khusus, warga sudah bergantung pada warungnya dalam bertransaksi, seperti pulsa, pembayaran listrik, transaksi digital hingga transfer bank.

"Menguntungkan sekali prosesnya mudah dan cepat. Masyarakat konsumen saya pun senang, kalau mereka tidak paham saya yang membantunya," imbuhnya.

Amartha optimis dengan program AmarthaOne yang menyasar hingga pelosok desa, bisa mendukung dan memperkuat digitalisasi ekonomi Indonesia.