Pertama Kali di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan Gugat Perdata Perusahaan Nunggak Iuran

Pertama dalam sejarah BPJS Ketenagakerjaan melayangkan gugatan perdata pada perusahaan yang kedapatan menunggak iuran dan hasilnya gugatan dimenangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. 


Gugatan tersebut dilayangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan cabang Surakarta pada PT Anugrah Karya Andalan, sebuah perusahaan jasa outsourcing di kota Solo.

DB Susanto SH, Kajari Surakarta, membenarkan pihaknya yang bertindak selaku BPJS Ketenagakerjaan, memenangkan kasus tunggakan iuran.

"Ini pertama kalinya di Indonesia BPJS ketenagakerjaan melayangkan gugatan perdata pada perusahaan yang menunggak iuran, dan hasil putusan PN Surakarta memenangkan gugatan BPJS ketenagakerjaan Surakarta," kata Kajari Surakarta DB Susanto, Selasa (6/12/2022).

Disampaikan Kajari, pihaknya melaksanakan kewenangan Kejaksaan untuk mewakili pemerintah dalam hal proses hukum perdata, menggugat PT Anugrah Karya Andalan pada 31 Oktober 2022, dan dinyatakan putus pada 9 November 2022.

PT Anugrah yang merupakan penyedia outsourcing untuk Dinas Perhubungan Kota Surakarta terbukti menunggak iuran untuk 14 karyawannya selama 11 bulan dengan nilai tunggakan sebesar Rp 21 juta.

"Bukan nilainya tapi kepatuhan yang ingin ditegakkan, ini juga manfaatnya untuk peserta atau karyawan tersebut, kita jadikan ini contoh bagi perusahaan yang menunggak lainnya agar patuh. Sekaligus memberikan hak bagi peserta BPJS ketenagakerjaan," imbuh Kajari.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Surakarta Tonny WK mengatakan pencapaian menang gugatan atas PT Anugrah Karya Andalan ini membuat bangga bisa memberikan yang terbaik bagi peserta BPJS ketenagakerjaan.

"Kami berpihak pada peserta, dimana hak mereka bisa terlindungi. Kami berharap ini bisa jadi pelajaran bagi perusahaan lain yang menunggak," kata Tonny. 

Disampaikan Tonny, untuk BPJS Ketenagakerjaan Surakarta mengkover sebanyak 15 ribu perusahaan, 300 perusahaan diantaranya diketahui memiliki catatan merah punya tunggakan. 

"Ada sekitar 300 perusahaan yang punya tunggakan, tapi sebagian besar kooperatif dengan mencicil iuran yang tertunggak. Beda dengan PT anugrah yang selalu ingkar, maka kami naikkan gugatan perdata," kata Tonny. 

Tonny mengatakan pihaknya selalu mengedepankan tindakan persuasif dalam setiap menyelesaikan masalah, utamanya tunggakan iuran. Yakni dengan melalui sejumlah tahapan diawali dari peringatan setelah tunggakan bulan ketiga. 

"Awalnya kami yang bergerak memberikan peringatan, kalau sudah diabaikan kami kerjasama dengan Kejaksaan, dengan penyelesaian secara hukum," imbuhnya. 

Pihaknya terus mengedukasi peserta BPJS Ketenagakerjaan baik pekerja perusahaan maupun peserta non upah, agar terus patuh dan rutin dalam membayar iuran, karena manfaatnya sangat besar dalam jaminan perlindungan.