Perwakilan Warga Tagih Janji Bupati Juliyatmono Dorong Penyelesaian Perdes BUMDes Berjo

Belum terselesaikannya proses penyusunan rancangan Peraturan Desa (Perdes) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo, perwakilan warga desa setempat kembali menagih janji Bupati Karanganyar Juliyatmono untuk mendorong percepatan penyusunan rancangan Perdes.


"Sejak digelar hearing pada 31 Mei 2023 lalu hingga kini Perdes BUMDes Berjo belum juga selesai," jelas Sunarto koordinator RT/RW Desa Berjo, Jumat (14/7).

Rancangan perdes BUMDes Berjo ini disusun untuk mengganti Perdes Berjo No 3 tahun 2008 tentang BUMDes. Perdes lama dinilai tak sesuai aturan baru tentang BUMDes, yakni PP no 11 tahun 2021 tentang BUMDes. 

Ada kekhawatiran dari warga Berjo, jika nanti Bupati Bupati Juliyatmono yang bakal maju dalam pileg DPR RI secara regulasi harus mundur maka proses Perdes BUMDes tidak juga selesai.

Tim perumus rancangan perdes sudah diberi kelonggaran  waktu agar bisa menyelesaikan  point-point dalam Perdes BUMDes. Jika tidak segera dirampungkan dikhawatirkan pengelolaan aset desa juga terhambat. 

"Padahal kami sudah berupaya menemui Pemerintah Desa, Kecamatan hingga Kabupaten terkait progres penyusunan Perdes ini," lanjutnya. 

Kuasa Hukum perwakilan warga Berjo Dr BRM Kusumo Putra BRM Kusumo Putro SH.MH tegaskan kerja tim perumus seharusnya bisa cepat, mengingat materi rancangan tak begitu berat. 

Ada beberapa point ya diantaranya terkait bagi hasil pengelolaan obyeka wisata  dan mekanisme perekrutan pengurus BUMDes. Apakah pemilihan tersebut melalui Musdes ataukah menggunakan pihak ketiga perekrutannya kemudian di musdes-kan. 

"Mengingat, perdes BUMDes merupakan landasan memperbaiki pengelolaan aset desa secara lebih baik dan legal untuk menghindari permasalahan dikemudian hari. Karena sudah ada payung hukumnya dan dijadikan pedoman untuk tata kelola Perdes," papar pengacara muda asal Solo ini. 

Dirinya juga berharap agar Perdes bisa segera rampung, hasilnya juga lebih baik dari Perdes sebelumnya dan pastinya  bisa di diterima semua pihak.  

"Apalagi nanti (pemkab Karanganyar) menjadikan Perdes ini menjadi pilot project bagi desa-desa lainnya," pungkas Kusumo.