Pimpinan Bank BUMN Purbalingga Jadi Tersangka

Seorang pimpinan di salah satu bank BUMN di Jawa Tengah ditetapkan tersangka oleh Kejati terkait kasus kredit fiktif.


"Kami menetapkan 2 tersangka. Inisialnya ZN seorang pimpinan cabang BRI Purbalingga dan asisten manajer pemasaran kredit, EH," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jateng, Ketut Sumedana, Selasa (10/9/2019).

Tersangka ZN adalah Zulfikar Nazam yang memutuskan kredit di atas Rp 250 juta. Sedangkan Eka Hermawan memutuskan kredit di bawah Rp 250 juta.

Keduanya berwenang memutuskan apakah kredit layak cair atau tidak. Ternyata banyak yang fiktif dengan alasan sudah ada MoU antara BRI dan CV-CV tertentu.

Keduanya melengkapi lima orang yang sudah ditetapkan tersangka sebelumnya.

"Berarti ada total ada 7 tersangka dalam kasus ini," tegasnya.

Modus kredit fiktif adalah pemalsuan daftar pegawai dan gaji karyawan CV Cahaya Grup.

Pencairan dilakukan dalam kurun waktu 11 Mei 2015 sampai dengan 30 Mei 2017 secara bertahap senilai Rp 28.936.900.000.

Dalam modusnya ada pengajuan kredit 171 pegawai, padahal jumlah karyawan hanya 82 orang.

Adapun lima tersangka lainnya yaitu Direktur PT Banyumas Citra Televisi Purwokerto, Firdaus Vidyawan, Direktur CV Cahaya, Aang Eka Nugraha, Bendahara CV Cahaya, Yeni Irawati, dan dua account officer bank BUMN di Purbalingga bernama Imam Sudrajat dan Endah Setiorini.