Pj Bupati Batang Akui Tak Bisa Selesaikan Satu Temuan Inspektorat Jateng

Pemerintah Kabupaten Batang tidak bisa menyelesaikan satu temuan dari Inspektorat Jawa Tengah. Hal itu mempengaruhi penilaian terhadap laporan keuangan pemkab Batang. 


Hal itu diakui penjabat (Pj) Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki dalam Gelar Pengawasan Daerah Kabupaten Batang Tahun 2022. 

"Dari inspektorat jateng, ada satu temuan yang tidak bisa ditindaklanjuti. Dari pihak ketiga (kurang bayar) Rp 55 juta, yang bersangkutan tidak mampu, tidak bisa mengembalikan, sudah mentok," katanya, 

Ia menyebut temuan itu berasal dari lelang aset pemkab pada 2012 lalu. Pihak ketiga hingga kini belum mampu melunasi kekurangan bayar itu. 

Lani, sapaan akrabnya, menyebut temuan itu membuat penyelesaian rekomendasi Inspektorat Jateng mentok di angka 97 persen. 

Selama temuan itu tidak bisa diselesaikan, maka pihaknya tidak akan bisa mencapai 100 persen. 

Ia juga menyebut beberapa rekomendasi dari BPK RI juga ada yang mentok. Pihaknya meminta solusi dari BPK hingga Inspektorat Jateng yang hadir dalam acara itu. 

"Mungkin ada penghapusan buku sehingga progress bisa 100 persen, namun tidak menghilangkan tagihan jika temuannya materiil. Barangkali ada penghapusan buku untuk menyelesaikan tanggungan ini sejak 2012 yang sudah lebih dari 10 tahun," tuturnya.