PMI Kota Pekalongan Kesulitan Cari Donor Plasma Konvalesen

Stok darah di UDD PMI Kota Pekalongan/RMOLJateng
Stok darah di UDD PMI Kota Pekalongan/RMOLJateng

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan, dr Ani Sri Rahayu mengatakan, jumlah pendonor plasma konvalesen di Kota Pekalongan masih rendah.


Donor plasma konvalesen adalah metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19 yang dapat diberikan sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat.

"Dari penyintas 100 orang yang bersedia tidak sampai 10 persennya," kata Ani saat dikonfirmasi, Senin (26/7).

Ia mengatakan,  PMI berkoordinasi dengan Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan untuk memperoleh data pasien penyintas Covid-19.

Kemudian, PMI menghubungi penyintas Covid untuk menghubungkan pendonor plasma konvalesen dengan pasien yang membutuhkan.

Data harus terus diupdate setiap 2-3 bulan sekali. Disebutkan, ada dua cara pengambilan yakni dengan alat apheresis plasma dan dengan cara konvensional (kantong leukodepletet) yang sudah difilter.

"Kalau di UDD PMI Kota Pekalongan biasanya menyalurkan pendonor plasma ke UDD PMI Banyumas dengan metode Apheresis," jelasnya.

Keuntungannya, dalam satu alat itu bisa menghasilkan dua sampai tiga kantong plasma yang kemudian bisa diambil lagi plasmanya dengan jarak dua minggu apabila titer antibodi penyintas tersebut memenuhi syarat.

Warga bisa datang langsung UDD PMI Kota Pekalongan ke  mendonorkan plasma konvalesennya.

Atau,  bisa konsultasi dengan menghubungi nomor WhatsApps 085875463098 (Aji) untuk diperiksa titer antibodi dan infeksi penyakit menular melalui pengambilan transfusi darah.

"Memang kami belum punya alat pendingin untuk menyimpannya, tapi kami tetap menyarankan warga untuk berdonor," ucapnya.