Ratusan Desainer Angkat Wastra Lokal dalam Semarang Fashion Trend 2022

Ratusan desainer tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC) hadirkan trend busana dalam Semarang Fashion Trend 2022.


Selama tiga hari mulai 4-6 Agustus 2022 di Fashion Runway Hall, BBPVP Semarang, Jalan Brigjen Sudiarto 118 Semarang. Agenda acara SFT 2022. Fashion show terdiri dari sembilan slot menghadirkan 12 desainer.

Adapun, tema yang diangkat adalah Co-Exist diambil dari Fashion Trend Forecasting 2023-2024.

“Perubahan pola pikir dari dampak masa pandemi yang masih belum pasti melahirkan persepsi yang terbagi dalam empat kelompok konsumen,” ungkap Vice Chairman of Indonesian Fashion Chamber, Lisa Fitria, Kamis (4/8).

Tema tersebut diterjemahkan oleh masing-masing desainer seperti The Survivors, The Soul Searchers, The Saviors dan The Self Improvers.

Ketua Indonesia Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter, Ina Priyono mengatakan, kegiatan ini kembali dilakukan pasca pandemi Covid-19 mulai mereda. “Sekitar tiga tahun lalu kami terakhir mengadakan fashion show, sebelumnya diadakan rutin untuk memberi gambaran trend fashion setiap tahun,” ungkap Ketua Pelaksana SFT 2022.

Jawa Tengah khususnya Semarang, lanjut dia, memiliki potensi sumberdaya manusia dan sumberdaya kreatif di bidang fashion.

“Sesuai tema, pondasi bertumpu pada kekayaan lokal dan kepedulian lingkungan yang harus dimiliki oleh seluruh pelaku industri mode di Semarang dan Jawa Tengah,” terang dia.

Di antaranya, keberagaman hasil wastra Nusantara seperti batik, tenun, sulam, bordir, ecoprint.

“Bahan baku ini menjadi kekuatan sekaligus mudah ditemui untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat destinasi wisata belanja,” timpal Ketua Dekranasda Provinsi Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo.

Selain bahan baku mudah ditemui, lanjut dia, kompetensi SDM juga banyak dan mumpuni. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat.

“Permintaan meningkat akan menjadi daya ungkit untuk dunia fashion Jawa Tengah,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah.