Rektor dan PR UKSW Pamitan, Neil : Pemimpin Lari Tanggungjawab Bukan Pemimpin

Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D., menyebutkan jika sosok pemimpin harus bertanggungjawab. 


"Tidak mau lempar-lempar masalah kepada siapa pun, pemimpin lari dari tanggungjawab itu bukan pemimpin," kata Neil dihadapan wartawan saat momen berpamitan di Joglo Rini, Selasa (29/11) siang.

Momen yang sempat diwarnai haru itu, juga dihadiri para Pembantu Rektor diantaranya Dr. Iwan Setyawan Pembantu Rektor I Bidang Akademik, Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Internasionalisasi serta Dr. Suryasatriya Trihandaru, M.Sc.nat.

Pembantu Rektor V Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. 

Tampak pula, jajaran Kehumasan Dan Promosi UKSW dikomandoi Rini Kartika Hudiono, S.Pd., MA.

Apa yang dilontarkan Neil, merupakan 'wejangan' di hari terakhir ia menjabat sebagai Rektor UKSW. Tak hanya Neil, seluruh Pembantu Rektor turut berpamitan kepada awak media yang bertugas di Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan sekitarnya. 

"Akan ada gerbong besar sebagai pengganti kami. Gerbong besar ini bisa mencapai ratusan untuk kepejabatan yang baru. Dan karena memang massa bakti kami 2017-2022 akan berakhir besok tanggal 30 November, untuk itu dalam kesempatan ini kami pamit," ungkapnya. 

Tugasnya sebagai pemimpin UKSW selama lima tahun terakhir, mengamankan di domain yang ada dan itu berjalan sebagai mana mestinya. 

Diakuinya, selama lima tahun menjabat Rektor UKSW ia bekerja sesuai temannya yakni 'back to basic' 

"Tema kami bekerja lima tahun ini adalah 'back to basic' dan kembali ke nilai-nilai. Dan saya yakin, siapa pun warga Satya Wacana, kembali memegang nilai-nilai itu. Dan kami sebagai pimpinan UKSW semua kebijakan dan bermain dalam relnya," tandasnya. 

Disinggung perihal kabar kurang sedap terkait kondisi UKSW saat ini, Neil menjelaskan sangat berhati-hati. Ia menyebutkan, situasi yang ada saat ini 'uncontrol'. 

Namun ia berharap besar, apa yang sudah dibangun susah payah dapat dipertahankan. Karena bagaimana pun, uncontrol yang terjadi di lingkungan UKSW sedikit banyak akan berdampak pada Kota Salatiga. Mengingat, UKSW salah satu pilar di Kota Salatiga. 

"Sejak konflik UKSW tahun 93an, ekonomi juga turun. Meski saat ini pilar Salatiga goncangan UKSW tidak sekeras dulu. Situasi hari ini agak 'uncontrol' dan moga-moga baik, kita doakan baik-baik saja. Lima tahun ini kami bangun dengan batu bata, dan rumah UKSW ada bentuknya. Dengan hujan badai bisa meruntuhkan," pungkasnya. 

Ia pun tak ingin menanggapi apa yang bukan menjadi domainnya. 

"Domain saya management universitas, sebagai Mitra Senat melalui proses dan jika ada kontroversi di luar, menjadi di luar domain kami. Dan ini (kabat di luar UKSW) menjadi wilayah private. Namun kami harapkan semua pihak menyikapi secara bijaksana dengan adanya bola liar ini," imbuhnya. 

Selanjutnya, dalam hitungan jam tak lagi memimpin UKSW Neil mengaku akan kembali menjadi dosen di tempat yang telah membesarkannya.

"Semua akan kembali ke Fakultas masing-masing. Saya kembali ke Fakultas Ekonomi. Begitu juga para PR. Bersyukurnya, kami masih diberikan ruangan yang sama masih bisa 'ngerumpi'. Tugas kami di Dharma Perguruan Tinggi, menjadi tugas kami. Harapan bisa berkarya lebih setelah tak lagi menjabat," ucapnya. 

Di kesempatan yang sama, Joseph Ernest Mambu, S.Pd., M.A., Ph.D. Pembantu Rektor IV Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Internasionalisasi mengaku selama mendampingi Rektor UKSW Neil dirinya mendapatkan tanggungjawab bersama. 

"Ini sebuah kesempatan yang luar biasa. Terimakasih sudah memberitakan yang baik, kita doakan UKSW tetap baik-baik saja," tutur Joseph. 

Hak serupa diungkap Dr. Iwan Setyawan selaku Pembantu Rektor I Bidang Akademik. Ia juga mengucapkan terimakasih tiap kali wisuda para wartawan ikut membuat karya UKSW selalu disebarkan dengan baik  

"Dan itu marketing buatmu kami," aku Iwan. 

Sedikit berbeda dilontarkan Dr. Suryasatriya Trihandaru, M.Sc.nat.

Pembantu Rektor V Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Sedikit berseloroh, Surya mengaku tak ingin berpisah dengan kalangan awak media.

"Saya terharu, suasana penuh kehangatan saya harapkan tidak ada kata perlis. Saya tidak ingin mengucapkan kata perpisahan," pungkas Surya.