Relawan FPRB Harus Responsif dan Militan dalam Menjalankan Tugas Kemanusiaan

Kalak BPBD Demak berfoto bersama FPRB dalam pelatihan penanggulangan bencana, di Hotel D'emerick, Salatiga (24/11) malam.
Kalak BPBD Demak berfoto bersama FPRB dalam pelatihan penanggulangan bencana, di Hotel D'emerick, Salatiga (24/11) malam.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggula gan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Demak, Agus Nugroho LP, berpesan kepada Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) untuk responsif militan dan santun saat menolong sesama.

Hal tersebut Ia sampaikan saat membuka pelatihan penanggulangan bencana dengan peserta relawan kemanusiaan yang tergabung dalam FPRB, di Hotel D'emerick, Salatiga yang dilaksanakan 24 - 25 November 2023.

"Relawan merupakan modal sosial dan aset yang sangat berharga. Relawan adalah ujung tombak penanggulangan bencana," ucap Kalak BPBD, saat membuka pelatihan, Jumat (24/11) malam.

Pihaknya meminta di lapangan relawan harus selalu ramah dan tidak boleh emosi kepada korban bencana apapun keadaannya.

"Tenang, santun dan sat set adalah hal untuk membuat korban yang kita hadapi tenang dan percaya bahwa mereka baik - baik saja di tangan kita," ucapnya.

Kepada FPRB yang sedang melakukan pelatihan, Ia berpesan agar memanfaatkan waktu dengan sebaik - baiknya, di mana tepat waktu merupakan modal BPBD adalah tepat waktu.

"BPBD dan juga relawan harus tepat waktu, karena harus berpacu dengan  waktu saat melakukan evakuasi," tegasnya.

Sekda Demak, Akhmad Sugiharto meminta agar lintas relawan tidak egois dan menerapkan manajemen tanggap darurat, semacam ada aba - aba saat akan ada bencana.

"Yang paling penting adalah mitigasi bencana, salah satunya adalah melakukan deteksi dini alasan dari masalah bencana apa. Misalnya bila banjir alasan utama Demak adalah sampah,"ucap Sekda.

Ia berharap dengan adanya mitigasi bencana maka bencana bisa diminimalisir setidaknya tidak gagap saat terjadi bencana yang tidak bisa dihindari.

FPRB merupakan gabungan dari berbagai relawan kemanusiaan lintas komunitas yang lebih berfokus pada mitigasi bencana dan pengurangan resiko bencana.