Rutan Salatiga Berikan Pelatihan Menjahit Bagi Belasan Wabin Perempuan

Para Wabin perempuan saat mengikuti pelatihan menjahit dan menyulam yang diadakan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga, Kamis (15/9).
Para Wabin perempuan saat mengikuti pelatihan menjahit dan menyulam yang diadakan di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga, Kamis (15/9).

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Salatiga berikan pelatihan menjahit dan menyulam bagi belasan Warga Binaan (Wabin) perempuan, Kamis (15/9).


Gayung bersambut. Pelatihan produktif ini direspon antusias Wabin perempuan yang berjumlah 16 orang dengan kasus yang beragam.

"Dari 16 orang itu, diantaranya terjerat kasus penggelapan, pencurian dan penipuan dan hukumannya mulai 1 tahun sampai dengan 3 tahun," ujar Kepala Rutan Salatiga, Andri Lesmono di sela-sela pelatihan.

Andri menyebutkan, pelatihan yang paling dominan diikuti seperti pelatihan menjahit, sulam, sablon hingga pembuatan telor asin.

Iya yakin, selain menjadi media pembelajaran kegiatan ini juga menjadi penghilang kejenuhan yang menghasilkan karya positif.

Nantinya, pelatihan yang menggandeng pihak lain itu memberikan pembinaan dan pelatihan secara berkala.

Andri berharap nantinya bekal yang didapat Wabin ini menjadi momentum pembelajaran dan bekal saat bebas nanti.

"Diharapkan Wabin saat kembali ke tengah masyarakat nantinya mempunyai bekal ilmu dan berkarya dengan kegiatan-kegiatan produktif," imbuhnya.

Salah satu peserta pelatihan, Vera (35) mengaku sangat senang. Vera dan kawan-kawan senasib, tidak menyangka didalam Rutan diberikan berbagai macam pelatihan.

"Saya dan kawan-kawan disini sangat senang, diberikan berbagai macam pelatihan, sehingga nantinya kami manfaatkan untuk usaha saat sudah bebas," pungkas Vera.

Sebelumnya, Rutan Salatiga juga telah meminta bantuan program pelatihan dari Pemerintah Kota Salatiga dan langsung berkomunikasi dengan Sekda Kota Salatiga Wuri Pijiastuti.