Saat Puluhan Atlet Cilik Bertanding Catur, Begini Jadinya

Selama sehari penuh, puluhan atlet catur cilik usia 8 tahun hingga 15 tahun bertanding memperebutkan Piala Percasi Kota Semarang.


Kejuaraan catur itu diadakan Percasi Kota Semarang bekerjasama dengan Lindu Aji Squad Ngaliyan di rumah makan Sampoerna, kecamatan Ngaliyan.

"Ada tiga kategori umum yaitu kelompok umur 8 tahun, kelompok umur 11 tahun dan kelompok umur 15 tahun," tutur ketua Percasi Kota Semarang, dr H Syafii di lokasi, Minggu (15/9/2019) sore

Ia menyebut jumlah peserta mencapai 35 anak. Syafii mengatakan, bahwa even tersebut adalah bentuk pembinaan atlet yunior dan pemula.

Pihaknya bakal sering menggelar kejuaraan serupa tiap bulannya untuk mengasah mental dan kemampuan pecatur yunior.

"Kalau atler catur asal Semarang selama ini selalu mendominasi di tingkat provinsi. Tapi perlu regenerasi lagi," jelasnya.

Komandan Lindu Aji Squad Ngaliyan, John Santos menyatakan prestasi anak usia sekolah juga jadi perhstiannya.

Ia berharap kejuaraan catur junior itu bisa melahirkan atlet yang mengungguli daerah lain di Jateng.

"Harapannya, saat dewasa bisa menjadi pemain yang terlatih dan profesional, serta jadi grand master," jelasnya.

Ketua Lindu Aji Ngaliyan, Herwinsyah dan Ketua DPC Lindu Aji Kota Semarang, Nugroho Hendro Arissanto menyambut baik even tersebut.

Erwin mengatakan, segala ajang olahraga tentu memerlukan bibit baru agar terus berprestasi.

Valentina Sheryl (10),siswa SD Marsudirini BSB Mijen, menjadi salah satu peserta.

Ia bercerita suka catur karena kerap melihat sang ayah bermain catur dengan kakak laki-lakinya.

"Pengen jadi atlet nanti," jelasnya.