Salatiga Kini Miliki 14 Perempuan Anti Korupsi

14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga dibentuk Inspektorat Pemkot Salatiga ambil bagian dalam Hari Anti Korupsi Sedunia, Kamis (9/12). RMOL Jateng
14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga dibentuk Inspektorat Pemkot Salatiga ambil bagian dalam Hari Anti Korupsi Sedunia, Kamis (9/12). RMOL Jateng

Salatiga memiliki 14 Perempuan Anti Korupsi bentukan Inspektorat Pemkot Salatiga.


Kepala Inspektorat Pemkot Salatiga, Prasetyo Ichtiarto menjelaskan, keberadaan Perempuan Anti Korupsi di Salatiga sebagai 'role mode' bagi kaum hawa dalam mencegah, memberantas sekaligus menjadi corong, dan contoh menyebarkan informasi serta menyosialisasikan anti korupsi. 

"14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga ini bisa menjadi sumber inspirasi. Karena sosok wanita atau perempuan bisa menjadi pencegah sekaligus menimbulkan korupsi itu sendiri," kata Prasetyo Ichtiarto kepada RMOLJateng, Kamis (9/12).

Dia mengatakan, 14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga terbentuk dari ibu rumah tangga, tenaga pendidik, Aparatur Sipil Negara (ASN), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan beberapa profesi lainnya. Pada dasarnya, 14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga adalah sosok dari kelompok Dharma Wanita serta PKK di Salatiga. 

Keberadaan 14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga diakui mantan Kabag Humas Pemkot Salatiga itu telah dibekali materi anti korupsi. 

"Kami harapkan dari 14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga ini bisa tampil berani, serta menjadi teladan. Dan semakin banyak wanita-wanita di luar sana menerima pendidikan Anti Korupsi akan menjadi budaya. 

Sementara, Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengapresiasi terbentuknya 14 Perempuan Anti Korupsi Salatiga. 

"Pembekalan anti korupsi bagi perempuan dalam organisasi PKK dan Dharma Wanita Kota Salatiga, sangat bagus. Saya mengucapkan selamat dan terima kasih serta memberikan apresiasi yang tinggi kepada 14 wanita yang akan dibutuhkan Kota Salatiga diri membangun budaya dan generasi anti korupsi," sebut Wali Kota.