Semarang Zoo Gelar Khitanan Massal

Kebun Binatang milik Pemerintah Kota Semarang, Semarang Zoo mengadakan acara khitanan massal dengan menggandeng Daya dan Nyala Aksi Indonesia (DNA) Foundation.


Khitanan massal kali ini menggunakan metode sunat terbaru yakni Mahdiyan Claim yang diciptakan dr. Mahdiyan. Metode ini di buat agar pasien yang disunat tidak akan mengeluarkan banyak darah dan tidak perlu di jahit.

"Selama ini kan kita menerima kunjungan saja. Nah ini kita ingin berbagi kepada masyarakat tapi bentuknya dengan kegiatan sunat massal anak nusantara, ya ini salah satu bentuk kontribusi kita untuk masyarakat," kata Direktur Semarang Zoo, Choirul Awaludin, Minggu (31/10).

Khitanan ini, lanjutnya, memang untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Terlihat antusias masyarakat mengikuti acara khitan massal ini cukup baik. Ia berharap acara seperti ini bisa diadakan lebih dari sekali dalam setahun.

"Saat ini (peserta sunat) ada 25 anak, kemungkinan (sunatan massal) bulan depan ada lagi," ungkapnya.

Penanggung jawab sunatan massal dari Rumah Sunat, DNA Foundation, Asep mengatakan rumah sunat adalah tempat bagi warga yang akan mengkhitankan anaknya dengan biaya tertentu. Sedangkan DNA Foundation adalah sebuah yayasan milik rumah sunat untum membantu warga mengkhitankan anaknya secara gratis.

"Fokusnya kepada yatim atau dhuafa. Untuk membantu adek-adek yang sudah waktunya disunat tapi ada keterbatasan pada biaya. Nah, kita bantu dengan sunatan massal," jelas Asep.

Asep mengatakan jika proses sunat tidak menggunakan laser, yang menurut pengalaman penggunaan laser dalam menyunat memiliki efek samping. Metode Mahdiyan Clamp ini sendiri meruoakan tehnologi terbaru.

"Lukanya setelah tujuh hari sudah kering, tidak ada pantangan makan. Kami tidak menggunakan laser, ini lebih aman, tidak menggunakan jarum jahit," bebernya.

Asep menyebut Semarang Zoo yang pengunjungnya adalah anak-anak memiliki peran penting untuk mebgedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui sunat.

"Anak datang kesnini (kegiatan sunatan) tidak hanya disunat, tapi bisa belajar, kenal dengan satwa dan alam," tuturnya.

"Kita sangat terbantu sekali, sangat didukung sekali sama Semarang Zoo yang telah memberikan fasilitas tempat, tiket masuk buat peserta, kami berharap kita kerja sama ini bisa terus kita lanjutkan," ungkapnya.

Rurin, seorang warga Gang Pelangi Sarirejo, Kabupaten Kendal yang mengikutsertakan anaknya dalam kegiatan tersebut mengaku bersyukur. Sebagai orangtua dirinya bisa melaksanakan tanggung jawab untuk mengkhitankan putranya.

"Saya sebelumnya terima kasih sunat massal sangat meringankan tanggung jawa orangtua. Semoga amal baiknya ini dibalas Allah, semoga juga bisa meringankan warga yang lain," ungkapnya.