Seruan Untuk Abaikan Informasi Hoax Menguat Jelang Pencoblosan

Don Muzakir (Sebelah Kanan) Saat Bertemu Wartawan Di Colomadu. Senin (12/02). Foto: Dian Tanti Burhani/RMOLJateng
Don Muzakir (Sebelah Kanan) Saat Bertemu Wartawan Di Colomadu. Senin (12/02). Foto: Dian Tanti Burhani/RMOLJateng

Memasuki masa tenang jelang pencoblosan pada Rabu (14/02) yang tinggal menghitung hari dikhawatirkan akan banyak penyebaran berita bohong, informasi tidak valid dan belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. 


"Tidak perlu kita risau dan hiraukan hoaks-hoaks dan fitnah-fitnah. Sebab informasi hoaks tersebut dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa," jelas Ketua Umum Tani Merdeka, Don Muzakir dalam rilisnya, Minggu (11/2) malam.

Disamping itu dirinya juga mengingatkan dukungan yang diberikan tidak hanya saat pencoblosan saja. Namun juga mengawal hingga penghitungan suara dan perolehan jumlah suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

"Jangan berhenti setelah nyoblos. Kawal dan pastikan suara kita terdokumentasi dengan jelas," ucap Don Muzakir lebih lanjut. 

Menurutnya pengawalan suara memang menjadi tugas utama saksi yang sudah terkonsolidasi di bawah tim pemenangan. Namun dengan pengawasan bersama, dirinya yakin pemilu akan berjalan jujur dan adil. 

Don Muzakir kemudian mengajak para relawan, petani, pedagang pasar, dan nelayan agar  bebondong-bondong datang ke TPS pada Hari-H pencoblosan untuk memberikan hak suaranya. 

"Mari bebondong-bondong ke TPS 14 Februari nanti untuk menjaga TPS dan mari kita jangan golput," ajaknya. 

Wakil Komandan Tempur Tani Merdeka, Wahyu Putranto menambahkan, potensi kecurangan atas hasil suara dimungkinkan terjadi bila pengawasan lemah.

"Kita berhadapan dengan banyak hal, kita tidak boleh lengah. Suara rakyat harus dikawal dan menjadi tanggung jawab bersama," tandas Wahyu Putranto.