Sindikat Aborsi Berhasil Diungkap Polres Klaten

Sebanyak lima orang pelaku yang diduga merupakan jaringan sindikat aborsi berhasil dibonhkar jajaran Satreskrim Polres Klaten, Jawa Tengah. Uniknya kasusnya karena salah satu pelaku melapor ke petugas karena handphone miliknya hilang.


Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi menyebutkan, kasus terbongkar saat salah satu pelaku yakni AN melapor jika handphone miliknya telah hilang. Hasil penelusuran petugas diketahui telepon seluler dibawa pelaku lainnya yakni DA.

"Alasannya takut perbincangan dalam ponsel terkait proses aborsi terbongkar," jelas Aries Andhi, Senin (5/3).

Hasil pemeriksaan petugas, lanjut dia, berdasarkan isi percakapan pihaknya mengamankan lima orang yang diduga terkait sindikat aborsi dam membongkar kasusnya.

Satu dari lima pelaku, merupakan oknum bidan desa yang bekerja di Desa Kajen, Kecamatan Ceper berinisial AJ. Empat pelaku lainnya AN dan APS  keduanya warga Yogyakarta berperan sebagai penghubung. Sedangkan dua pelaku lain merupakan orang tua janin yang diaborsi yaitu DA dan  YJ, warga Magelang dan Purwokerto.

"YJ memiliki kekasih berinisial DA, akibat hubungan yang terlalu jauh membuat DA hamil," lanjutnya.

Pengembangan penyidikan, petugas berhasil membongkar kasus aborsi yang dilakukan DA berlangsung di sebuah poliklinik kesehatan Desa Kajen, Ceper.

Akibat perbuatan tersebut kelima tersangka terancam dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

"Mereka dikenakan pasal 194 Jo 75 ayat (2)  UURI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 (sepuluh) tahun penjara. Dan para tersangka saat ini sudah kita tahan," pungkasnya.