Sindir Prabowo, Sekjen PDIP Disuruh Belajar Buku Bung Karno Lagi

Pernyataan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto dikritik Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono.


Hasto sebelumnya mengatakan bahwa Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto tak memiliki prestasi ketimbang Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Prabowo prestasi di militer cari aja di dinas kemiliteran, dipanggung nasional itu bisa di googling," kata Ferry di sela-sela diskusi Ngopi Ngerumpi yang diselenggarakan oleh Komnas RIM dan ILEW bertajuk "Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) dan Jeritan Kaum Buruh" yang dimoderatori oleh Ricky Tamba di Kantor ILEW, Jalan Veteran I, nomor 33, Jakarta Pusat, Senin (30/4) demikian dikutip Kantor Berita Politik

Ferry balik menuding Jokowi yang minim prestasi. Mantan Wali Kota Solo itu, sama sekali tak memiliki prestasi menonjol selama menjabat sebagai orang nomor satu di negeri ini.

"Jokowi prestasinya apa? Ini rupiah Rp14.200 itu prestasi? Harga-harga barang naik itu prestasi? Impor beras itu prestasi? Premium hilang dipasaran itu prestasi? Apa prestasi yang dibahas," kejar Ferry.

Padahal, tambah Ferry, Bung Karno yang merupakan salah satu pendiri bangsa ini saja sama sekali tidak pernah membenarkan impor bahan pangan, apa lagi beras. Bung Karno juga tak pernah mengajarkan untuk melarang nelayan menggunakan alat tangkap ikan.

"Pak Hasto belajar buku Soekarno lagi deh biar enggak salah-salah," demikian Ferry.

Sebelumnya, Hasto Kristiyanto memang menyindir Prabowo yang seakan tak becus mengurus perusahaan yang dimilikinya. Sindiran itu diungkapkan Hasto menanggapi Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Pasal 33 UUD 1945 tentang pengelolaan sumber daya alam telah ditinggalkan oleh pemerintah, dalam hal ini Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

"Ya beliau mengelola perusahaannya kan juga masih beberapa menjadi persoalan-persoalan. Jadi sebaiknya pemimpin  itu bicara berdasarkan prestasi ya," ketus Hasto di kawasan Jakarta Barat, Minggu (29/4).

Ditekankan Hasto, menjadi seorang pemimpin haruslah berbicara berdasarkan kinerja. Bukan berbicara tanpa data hanya karena rasa tidak suka.

"Itu tidak boleh. Mari kita berkompetisi secara sehat dengan menyampaikan prestasinya dihadapan rakyat. Itu tren kepemimpinan milenal seperti itu, menampilkan daya terobosan kinerja bukan sekedar berbicara," demikian anak buah Megawati Soekarnoputri ini.