Sinoeng : Kepatuhan SKPD Melakukan Pemutakhiran Data Masih Kurang

Forum Satu Data, di Ruang Kaloka Gedung Setda diwarnai penandatanganan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).
Forum Satu Data, di Ruang Kaloka Gedung Setda diwarnai penandatanganan seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS).

Pj. Wali Kota Salatiga, Sinoeng N. Rachmadi, menyebut sendiri jika kepatuhan SKPD dalam memutakhirkan informasi dan data masih kurang.


Bahkan, Sinoeng mengejar periodisasi kewajiban SKPD dalam menyetorkan data sesuai komitmen yang diminta.

Jika pemberitahuan periodisasi pertama masih belum masuk, ia mendesak untuk diberikan surat kedua dengan tembusan kepada Wali Kota.

"Jika diberi surat pemberitahuan yang kedua ternyata masih juga belum masuk, kirimkan surat ketiga. Yang ketiga ini sudah bukan lagi memperingatkan, saya akan menawarkan kepada yang bersangkutan masih kerasan atau tidak," kata Sinoeng di Salatiga, Selasa (22/11).

Bahkan, usai kegiatan Forum Satu Data, di Ruang Kaloka Gedung Setda yang dihadiri oleh seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) selaku narasumber, Sinoeng berpesan kepada Bappeda untuk lebih keras lagi.

Langkah ini diakuinya sebagai satu komitm kontribusi kita kepada bangsa dan negara.

"Jika kontribusi kita ini alurnya sudah menjadi aktifitas asal usual, yakni kebiasaan atau rutinitas sesuai dengan sektor masing-masing, maka nanti akan terakumulasi dan akan dimasukkan ke provinsi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak kepada Bappeda agar lebih ekstra untuk menagih. Dan jika perlu diberikan kartu kuning atau kartu merah.

Sinoeng mengaku sudah mulai menerapkan penyerapan anggaran, persentase keuangan, persentase fisik pada rapat POK, termasuk beberapa hal untuk kepentingan Pemerintah Kota sebagai bagian dari indikator kinerja Kepala SKPD.

“Tidak ada kata lain, hari ini saya sudah mulai menaikkan persneling, karena saya yakin para Kepala SKPD bisa. Hanya saja musuhnya adalah kemauan. Yakinlah, jika ada kemauan, pasti akan dimampukan," imbuhnya.