Tabungan Tak Cair, Ratusan Nasabah Geruduk Kantor BMT Mitra Umat di Kota Pekalongan

Ratusan Nasabah Geruduk Kantor BMT Mitra Ummat Karena Uang Tidak Bisa Ditarik Jelang Lebaran. Bakti Buwono/RMOLJateng
Ratusan Nasabah Geruduk Kantor BMT Mitra Ummat Karena Uang Tidak Bisa Ditarik Jelang Lebaran. Bakti Buwono/RMOLJateng

Ratusan nasabah membanjiri Kantor Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syari'ah (KSPPS) Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Mitra Umat di Jalan Dr Wahidin, Kota Pekalongan. Mereka mengeluhkan sulitnya mencairkan uang simpanan mereka.


Para nasabah yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga itu juga menunjukkan protes mereka dengan membentangkan tulisan.

"Saya menyimpan uang di BMT Mitra Umat dalam bentuk tabungan, deposito, serta simpanan Idul Fitri dan tabungan sembako. Totalnya hampir Rp70 juta tapi tidak bisa diambil uangnya," kata salah satu nasabah, Walida (59), Senin (01/04).

Walida menjelaskan bahwa ia sudah dua kali mencoba mengajukan penarikan dana namun selalu gagal. Pihak BMT hanya mengatakan bahwa tidak ada yang bisa diambil.

Warga Kampung Pesindon itu telah menjadi nasabah selama delapan tahun dan mempercayakan simpanannya di beberapa program yang ditawarkan oleh BMT Mitra Umat.

"Deposito saya ada Rp50 juta, tabungan Rp7 juta, simpanan Idul Fitri Rp5 juta dan tabungan sembako saya tidak tahu persis jumlahnya karena buku tabungannya masih dipegang kolektor," ucapnya.

Walida biasanya menggunakan uang tabungannya menjelang bulan puasa untuk persiapan Lebaran, seperti membayar tagihan ayam potong, setoran utang, dan kebutuhan pribadi menjelang Ramadan. Namun, sejak awal puasa hingga menjelang Lebaran, ia tidak bisa mengakses uangnya.

Serbuan nasabah yang ingin menarik uang simpanan tidak hanya terjadi di Kantor Pusat BMT Mitra Umat, tetapi juga di enam kantor cabang. Ratusan nasabah telah memadati lokasi, berharap ada pencairan dana pada hari itu.

Untuk mencegah situasi semakin memanas, anggota Polsek Pekalongan Timur yang berjaga sejak pagi bertindak sebagai mediator antara perwakilan nasabah yang didampingi LBH Adhyaksa dengan pengurus koperasi yang diwakili oleh Sekretaris BMT Mitra Umat, Arif Budiharjo.

Namun, dari hasil mediasi, pihak BMT Mitra Umat belum bisa memastikan kapan pengembalian dana nasabah bisa dilakukan. Sekretaris BMT Mitra Umat, Arif Budiharjo, menyatakan bahwa penyelesaian hak nasabah masih akan diupayakan setelah Lebaran.

"Kami meminta maaf kepada nasabah karena pelayanan belum maksimal dan kami tetap bertanggung jawab. Ada pun nasabah yang sudah melapor ke polres, kami hormati karena ini negara hukum. Kami semua yang ada di sini tetap akan bertanggung jawab," ucap Arif di hadapan ratusan nasabah.

Kapolsek Pekalongan Timur, Kompol Akhwan Nazirin, meminta nasabah untuk tenang karena perkara tersebut akan diselesaikan secara hukum, terutama setelah pihak BMT Mitra Umat menyatakan akan bertanggung jawab.

"Proses selanjutnya akan ditangani oleh LBH Adhyaksa yang mewakili nasabah. Kami meminta nasabah untuk pulang agar suasana kondusif. Biarkan proses hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum dan LBH," katanya.