Tak Ada Gunanya Hak Angket, Pakar Hukum Sarankan Kubu Anies-Ganjar Selamati Prabowo-Gibran

Pakar Hukum Tata Negara Margarito. Dok
Pakar Hukum Tata Negara Margarito. Dok

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis menilai isu hak angket digulirkan calon presiden nomor urut 03, Ganjar Pranowo, tidak akan berdampak terhadap hasil Pemilu 2024 yang tinggal menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Menurut Margarito, pengaduan dugaan kecurangan pemilu seharusnya tidak diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui hak angket. Hal itu tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang 2017 tentang pemilu.

Oleh karena itu, Margarito mengimbau agar para kandidat yang kalah dalam kontestasi, baik capres maupun cawapres, bersikap legowo dan mengucapkan selamat kepada pemenang Pilpres 2024, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

“Kita hormati itu kan hak orang, tapi secara hukum menurut saya itu tidak tepat. Karena masalah-masalah pemilu itu sudah diatur dalam undang-undang pemilu tahun 2017, tidak di luar itu, apa pun alasannya,” kata Margarito dalam keterangannya, Minggu (25/2).

Margarito juga menantang kubu 01 dan 03 untuk membuktikan tuduhan kecurangan dalam pemilu. Bukan sekadar melempar wacana kecurangan yang menimbulkan kegaduhan. Dia menegaskan kecurangan harus bisa dibuktikan secara spesifik.

“Yang harus diperhatikan betul 01 dan 03, kalau mau koreksi, pastikan kecurangan itu, apa kecurangan itu? Kapan kecurangan itu dilakukan? Oleh siapa dilakukan kecurangan itu? Bagaimana bentuknya? Sajikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Margarito menyatakan bahwa kubu yang ingin mengadukan pelanggaran pemilu harus bisa membuktikan bahwa kecurangan itu benar-benar terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Dan pengaduan itu bukan ke DPR, melainkan ke Bawaslu.

“Pastikan pula bahwa akumulasi dari kecurangan itu sampai pada titik secara konklusi mengubah postur perolehan suara. Tanpa itu, selesai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Margarito menyarankan agar kubu Anies dan Ganjar, jika tidak bisa membuktikan hal tersebut, sebaiknya mengucapkan selamat kepada pemenang Pilpres 2024, Prabowo-Gibran.

“Saya rasa kalau tidak memiliki keyakinan itu, sebaiknya besok atau lusa, pidato kasih selamat pada Prabowo. Itu pilihan terbaik,” katanya.

Selain itu, Margarito memprediksi bahwa secara politik, hak angket di DPR juga kemungkinan besar akan melempem atau tidak lolos.

“Kalau dari segi hukum saya tidak melihat ada kemungkinan lolos, dan kalau lolos karena ada dukungan politik, saya juga tidak melihat ada sesuatu yang perlu didalami oleh presiden,” katanya.

Ia menilai bahwa apa yang tengah diperjuangkan Ganjar akibat suaranya kalah jauh dengan Anies-Imin maupun Prabowo-Gibran justru tidak akan terealisasikan.

“Karena hal yang dicari semuanya sudah terlaksana dan sudah begini jauh berdasarkan kenyataan yang terlihat, menurut saya semuanya belok,” ujarnya.

Menurutnya, hak angket yang diwacanakan itu nantinya hanya akan menjadi pembicaraan semata. Sebab pemilu sudah terselenggara dan tinggal menunggu hasil. 

“Kalau pemilu semua terselenggara, maka apa yang dicari dari angket itu. Pada titik itu saya kira, saya hormati hak ini tetapi saya rasa ini akan berhenti di bicara-bicara saja,” tukasnya.