Taman Nol Kilometer Jadi Gerbang Masuk Kawasan Semarang Lama

Taman Nol Kilometer menjadi penanda sebagai gerbang masuk kawasan Semarang Lama.


Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan, Taman Nol Kilometer juga sebagai destinasi wisata baru di Semarang Lama untuk menggaet wisatawan berkunjung.

Sementara untuk tugu Titik Nol Kilometer Kota Semarang sudah dibangun lebih dulu terletak tidak jauh dari lokasi tersebut. Sementara Taman Nol Kilometer ini sengaja dibangun dengan desain lebih cantik.

"Alhamdulillah malam ini akhirnya diresmikan Titik Nol di Kota Semarang yang mana sempat tertunda. Harusnya sebelum puasa dan Lebaran," kata Ita, sapaan akrabnya, usai peresmian Taman Nol Kilometer Kota Semarang, Jumat (5/5).

Ita menyampaikan, adanya Titik Nol Kilometer akan menjadi simpul wilayah Semarang Lama terdiri dari empat kawasan yakni Kota Lama, Kauman, Pecinan dan Kampung Melayu.

Ita berharap, Taman Nol Kilometer ini akan bisa mendongkrak pariwisata di kawasan Semarang Lama. Tak hanya itu, kehadiran taman ini juga akan melengkapi destinasi wisata di wilayah tersebut.

"Dulu di depan Gedung Papak (Kantor Kemenkeu) ini sudah dibuat Tugu Titik Nol, tapi kecil. Kemudian ditambah taman yang dibuat dulu 'njomplang' (tidak seimbang), sekarang kan jadi bagus," paparnya.

Taman Nol Kilometer ini dikonsep sebagai taman pasif tidak bisa dimasuki oleh pengunjung. Namun wisatawan ingin mengabadikan gambar tetap diperbolehkan dari area luar taman.

"Memang saya minta untuk titik-titik ini (titik nol kilometer) jadi taman pasif ya, tapi foto-foto kan bisa di luar. Kalau jadi taman aktif, sayang kan sudah dibangun bagus begini," jelasnya.

Pembanguann Taman Nol Kilometer ini adalah kerjasama antara Pemerintah Kota Semarang dengan PT Wismilak Inti Makmur melalui program CSR (corporate social responsibility). 

Regional Manager WR 4 PT Wismilak Inti Makmur, Nur Kholil mengaku, bangga bisa ikut berpartisipasi dalam membangun ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Semarang.

Dalam pembangunan taman ini, pihaknya telah mengucurkan anggaran sebesar sebesar Rp2 miliar. "Kami sangat berterima kasih kepada Pemkot Semarang karena diberikan ruang untuk ikut berpartisipasi terhadap kepentingan publik. Mudah-mudahan menjadi manfaat bagi masyarakat Kota Semarang," tandasnya.