Komitmen Wahid Fondation untuk memberikan perlindungan terhadap perempuan terus diperkuat dengan melakukan audiensi dengan pemerintah daerah. Audiensi dilakukan dalam rangka melaksanakan program Women Participation for Inclusive Society (WISE) A2J 2023.
- Boleh Berjualan, Pedagang Mi dan Bakso Harus Sudah Divaksin
- Melebihi Target, Sido Muncul Catat Pertumbuhan Penjualan Hingga 21 Persen Tahun 2021
- Peduli Lingkungan, HUT Ke-40 Kekancan Mukti Gelar Bersih Pantai Tirang
Baca Juga
Ketua Pelaksana Program, M. Fanani mengatakan program ini sebagai salah satu upaya penguatan layanan keadilan dan perlindungan kelompok perempuan dalam isu Kekerasan Berbasis Gender (KBG) dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Ia mengatakan program ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan yang akan diwujudkan dalam bentuk penandatanganan prasasti sekaligus launching WCC di 4 desa damai di Klaten, yaitu Gemblegan, Jetis, Nglinggi dan Jabung.
"Komitmen yang dimaksud adalah komitmen dalam upaya penguatan layanan keadilan dan perlindungan perempuan, khususnya dalam isu KBG dan TPKS," kata Fanani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/6).
Selain itu, pada Bulan Februari lalu Pemkab Klaten telah dikunjungi oleh Dubes Denmark dan United Nations of Womens (UNW) yang didampingi oleh Wahid Foundations.
"Kegiatan kunjungan Dubes Denmark dan UNW di Gemblegan Klaten, 2 Februari 2023 lalu itu, menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi multi-stakeholder di Kabupaten Klaten," ucapnya.
Selain launching 4 WCC Desa Damai di Klaten, forum tersebut juga menghasilkan komitmen bersama terkait dengan upaya-upaya penguatan akses Keadilan dan perlindungan perempuan dalam isu KBG dan TPKS.
Dokumen komitmen bersama ini ditandatangani oleh 4 kepala desa damai di Klaten, kepala DINSOSP3AKB, P2TP2A serta Polres kabupaten Klaten.
Beberapa poin komitmen dan kesepahaman bersama tersebut adalah melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya Kekerasan Berbasis Gender dan TPKS.
Selain itu juga memberikan dukungan untuk penyelenggaraan Pelayanan Terpadu dalam Penanganan, Pemulihan dan Perlindungan kepada Korban, Perempuan dan Anak.
Program ini, lanjutnya, juga untuk menjalankan fungsi pemantauan untuk menciptakan Desa Ramah Perempuan dan Anak.
Tak hanya itu, program ini juga mengembangkan Desa Damai Berkeadilan untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
"Pihak Polres Klaten juga siap untuk berpartisipasi dalam proses penguatan kapasitas kepada 4 WCC Desa Damai di Klaten, melalui sinergitas dalam menjalankan progam pencegahan, pendampingan dan pengawasan progam perlindungan perempuan bersama P2TP2A dan WCC di 4 desa damai yang sudah didirikan," paparnya.
Kesediaan Polres untuk menfasilitasi peningkatan kapasitas bagi tim WCC dari 4 desa damai di Klaten dalam bentuk pelatihan paralegal dan pengetahuan dasar terkait teknis litigasi kasus KBG.
- Seluruh Elemen Bangsa Harus Disiplin Menjalani Aturan Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga
- Bandara A. Yani Gelar Table Top dan Modular Exercise Penanggulangan Keadaan Darurat
- KSP Siap Jembatani Penguatan Kerjasama Indonesia - Iran