Tekan Harga Jelang Ramadan, Disdag Kota Semarang Stok Sembako Kendalikan Inflasi

Masyarakat khawatir harga sembako naik membuat kesulitan memenuhi kebutuhan jelang Ramadan. Dicky Aditya/Dok.RMOLJateng
Masyarakat khawatir harga sembako naik membuat kesulitan memenuhi kebutuhan jelang Ramadan. Dicky Aditya/Dok.RMOLJateng

Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang terus mengupayakan harga kebutuhan pokok normal jelang Ramadan. Salah satu caranya adalah dengan menyimpan stok cadangan kebutuhan.

Langkah ini diakui berhasil menekan sejumlah harga kebutuhan pokok yang naik akibat inflasi. "Ada perkembangan harga sebagian kebutuhan pokok yang mahal naik kemarin, sekarang sudah turun," kata Kabid Pengembangan Perdagangan dan Stabilisasi Harga Disdag Kota Semarang, Bahtiar Efendi, Senin (26/2).

Bahtiar melanjutkan, melalui strategi yang diterapkannya ini dapat mengimbangi permintaan tinggi di pasaran, dimana barang cadangan mampu mensuplai kekurangan tanpa timbulkan inflasi. 

"Kita melalui tim pengendalian inflasi akan berupaya menormalkan harga bahan pokok agar tidak mempengaruhi daya beli masyarakat, permintaan saat ini naik dan kita perkirakan semakin tinggi terjadi lonjakan awal Maret," kata Bahtiar lagi.

Ia pun berharap, dengan cara ini, ketersediaan bahan bisa normal kembali dan warga mendapatkan sembako harga murah pada saat ramadan dan lebaran nanti.

"Lima kali rapat koordinasi pengendalian inflasi strategi paling mungkin dan kami lihat efektif menahan harga, ya stok. Kuncinya jangan membiarkan barang kosong karena akhirnya harga otomatis melambung, inflasi tidak terkendali. Karena itu, kita bersama OPD lain, menyiapkan rencana bisa secepatnya memaksimalkan stok, termasuk cadangan dipersiapkan untuk menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok," tandanya.