Tol Semarang-Demak Seksi 1 tengah dalam pengerjaan sepanjang 10,61 kilometer. Namun begitu, proyek tol yang juga bisa difungsikan sebagai tanggul laut untuk mengatasi rob yang sering terjadi ini, terkendala pembebasan lahan.
- Pengamat: Jalan Tol Semarang-Demak Bisa Jadi Simbol Kemajuan Infrastruktur Ramah Lingkungan
- BPN/ATR Kabupaten Demak Bantu Percepatan Ganti Untung Warga Sayung
Baca Juga
Hal itu diungkap Project Manager Tol Road Development Semarang-Demak IA, Adhi Setyawan yang menyebut, sebagian pemilik lahan telah sepakat menerima ganti rugi, namun ada beberapa yang beralasan keberatan.
"Belum selesai semua ganti rugi pembebasan lahan. Yang belum mau direlokasi kita percepat segera bersedia menerima pembebasan lahan. Kita juga sudah koordinasikan dengan pemerintah provinsi," sebut Adhi, baru-baru ini.
Sementara itu, dari hasil tinjauan langsung Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti ke lokasi, baru-baru ini, realisasi proyek tol itu baru mencapai 22 persen. Pembangunan tol ini sendiri diupayakan bisa beroperasi pada tahun 2027 mendatang.
Karena itu, Wamen PU berharap pihak kontraktor tak hanya fokus pada fungsi tol, tetapi juga pada desain. Sebab, setelah nanti beroperasi, tol Semarang-Demak akan dikonsep memiliki rest area di atas laut dengan menawarkan pemandangan indah.
"Tolong perhatikan rest area yang akan jadi landmark dan memiliki pemandangan laut karena kita harapkan sebagai ikon," kata Diana.
Diketaui, konstruksi tol Semarang-Demak Seksi 1 membentang di atas lautan. Fungsinya tak hanya jalur penghubung di wilayah Pantai Utara Jawa, tetapi juga difungsikan menjadi tanggul penahan rob mencegah abrasi yang biasa menerjang Semarang dan Demak.
- Wamen PU : H-10 Lebaran Ditargetkan Rampung
- Wamen PU : Pedagang Pasar Banjarsari Pekalongan Mulai Berjualan Usai Lebaran
- Pengamat: Jalan Tol Semarang-Demak Bisa Jadi Simbol Kemajuan Infrastruktur Ramah Lingkungan