UMS Wisuda 1.452 Mahasiswa, Dirreskrimsus Polda Jambi Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Tercepat

Rektor UMS Prof Sofyan Anif melantik wisudawan di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Foto: Almira Nindya
Rektor UMS Prof Sofyan Anif melantik wisudawan di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS. Foto: Almira Nindya

Sebanyak 1.452 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Upacara Wisuda, Program Sarjana (S1), Program Magister (S2), Program Doktor (S3) Periode II Tahun Akademik 2023/2024, di Edutorium UMS, Sabtu (23/12).


Yang istimewa dalam wisuda kali ini, sebanyak 10 wisudawan program doktor S3 juga ikut diwisuda bersama dengan S2 dan S1. Pasalnya selama ini wisuda S3 digelar acara tersendiri.

"Untuk program doktoral kali ini diwisuda bersama, ada 10 wisudawan. Karena esensi wisuda tidak membedakan program S1, S2 atau S3. Selanjutnya akan dilaksanakan bersamaan dengan wisuda reguler," ungkap Kepala Biro Administrasi Akademik UMS Triyono.

Upacara wisuda dipimpin Rektor UMS Prof Sofyan Anif, diikuti 1.364 wisudawan strata satu, kemudian 78 wisudawan dari program magister dan 10 wisudawan dari program doktoral. 

Dari total wisudawan sebanyak 430 wisudawan lulus dengan predikat cumlaude. Juga ada mahasiswa dari mancanegara yaitu dua mahasiswa dari Thailand prodi Bahasa Inggris dan satu dari Mesir prodi Magister Ekonomi Syariah.

Wisuda kali ini UMS melantik satu pejabat publik, yakni Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombespol Bambang Yugo Pamungkas Yang meraih gelar doktoral di bidang Ilmu Hukum. Bambang Yugo lulus dengan IPK 3,77 sekaligus menjadi lulusan Tercepat Doktor dengan masa studi hanya 2 tahun 1 bulan.

Dalam kesempatan itu, mantan Kapolres Sukoharjo tersebut mengapresiasi ilmu yang diperolehnya dari UMS.

"Selama pembelajaran di UMS dari tahun 2020, hal penting yang diperoleh bukan hanya pengetahuan ilmu saja. Bukan hanya istilah teknis taktis ilmu hukum, tapi juga pembelajaran penuh soal akhlak. Komitmen dan konsekuensi, serta profesionalisme itu datang dari akhlak. Itu manfaat yang saya dapat disini," bebernya. 

Bambang Yugo meraih gelar doktor dengan mengusung hukum profetik transendental. Dia berharap, khususnya sebagai anggota kepolisian, mengharap bisa mengikuti dalam mengenyam pendidikan di luar kepolisian dan pendidikan umum, sehingga bisa mengembangkan pola pikir, mengembangkan cara bertindak dan lebih dekat dengan masyarakat.