Warga Malang Penuntut Korban Tragedi Kanjuruhan Disambut Panser Biru di Semarang

Seorang warga Malang Miftahudin Ramli (53) melakukan aksi menuntut keadilan korban tragedi Kanjuruhan dengan bersepeda dari Malang menuju Jakarta sudah sampai di Semarang pada Selasa (8/8).


Midun sapaan akrabnya, langsung disambut oleh Panser Biru dan dipersilakan beristirahat di PB Store di Stadion Citarum sekira pukul 11.25 WIB. Diketahui, ia berangkat dari Malang sejak Kamis (3/8).

Midun menuturkan, dalam sepanjang perjalanan menyempatkan mampir ke stadion-stadion dilewatinya. Meliputi Stadion Gelora Bung Tomo, Stadion Pancasila di Kabupaten Demak dan Stadion Jatidiri.

"Saya tidak menyangka bakal disambut sedemikian hangat oleh masing-masing suporter di tiap kota. Banyak suporter dan orang-orang yang menyambut. Ini di luar dugaan saya," ungkap Midun juga bekerja di Dinas Pariwisata Kota Batu.

Midun menjelaskan, aksi ini dilakukan agar para korban Kanjuruhan Malang mendapat keadilan hukum. Ia mengaku tidak memiliki keluarga jadi korban. Namun hatinya tergerak atas berbagai derita ditanggung para korban. 

"Aksi ini yang diharapkan kejelasan hukumnya. Kalau kemarin yang disalahkan anginnya. Saya hanya beristighfar saja kenapa yang disalahkan angin. Padahal korbannya segitu banyaknya. Sementara teman-teman yang ditahan delapan orang itu kan nggak ada korban sama sekali. Makanya itu kan aduh, apa yang dilihatnya. Korbannya 135 yang ditahan delapan orang," ujar Midun.

Kemudian untuk keranda bertuliskan "Justice For Kanjuruhan" dibawa sambil bersepeda sebetulnya adalah simbol dari korban.

Keranda itu sebetulnya kosong saat awal perjalanan. Namun, sepanjang perjalanan banyak orang yang peduli sehingga kini penuh dengan barang bawaan.

"Kalau keranda itu kan simbol banyaknya korban. Keranda simbol kendaraan nanti juga di akhir hayat. Awalnya nggak ada isinya tapi saat lewat di daerah-daerah jadi berat karena banyak yang membawa-bawakan. Beban sepedanya semakin berat tapi saya semakin semangat karena banyak pesan dan doa yang dipanjatkan untuk misi ini," beber Midun yang juga sempat jadi suporter Arema.

Di sisi lain, saat sampai Semarang ini tim Arema FC akan bermain dalam lanjutan BRI Liga 1 melawan PSIS Semarang.

Midun mengatakan, aksi tersebut tidak berharap terlalu tinggi hanya saja ingin manajemen menyaksikan aksi dilakukan ini. Ada ratusan suporter ingin menuntut keadilan hukum.

"Mereka juga perlu tahu kalau di sini ada yang ingin mengupayakan kekelasan hukumnya. Saya sih sebetulnya nggak kuat apa-apa karena yang hebat semua orang yang mendoakan terutama dari keluarga korban untuk memperjuangkan keadilan," tuturnya.

Sementara, Divisi Kerohanian Panser Biru Achmad Munif menyampaikan, apresiasi dalam mendukung Midun untuk memperjuangkan keadilan.

"Kita sama-sama suporter sangat berduka apa yang terjadi pada suporter Arema. Jadi kami mendukung apa yang dilakukan oleh Midun. Panser biru sangat welcome. Kami dengan Arema juga punya hubungan baik juga," tambahnya.

Saat tiba di Semarang, dia mengungkapkan jika Panser Biru membantu semampunya mulai dari pijat dan memberikan servis kepada sepeda Midun agak trouble.

"Bantuan, ya tidak banyak. Misalnya dari sepeda kita serviskan. Minta dipijat ya dipijatkan. Ada uang saku juga untuk sesuatu di jalan. Kami menyiapkan ambulance juga bilamana Midun kesehatannya kurang bagus," tandasnya.

Ia berharap, aksi diperjuangkan Midun bisa berakhir positif dan bisa didengar.

"Semoga apa yang dilakukan Midun ini dapat apresiasi positif. Semoga kegiatan ini bisa membantu mendapatkan keadilan dan pelaku bisa dihukum seberat-beratnya," pungkasnya.