Warga Puri Dinar Harapkan Tanggul Kali Pengkol Dibuat Permanen

Warga Perum Dinar Meteseh hingga kini masih dihantui banjir yang pernah terjadi pada awal 2023 lalu dan mengharapkan tanggul Sungai Pengkol dibangun permanen . RMOL Jateng
Warga Perum Dinar Meteseh hingga kini masih dihantui banjir yang pernah terjadi pada awal 2023 lalu dan mengharapkan tanggul Sungai Pengkol dibangun permanen . RMOL Jateng

Banjir besar terjadi awal 2023 lalu teringat selalu di benak warga Perum Dinar Indah, Meteseh, Tembalang, hingga kini. Tanggul Sungai Pengkol jebol mengakibatkan banjir menyapu perumahan secepat kilat dan dahsyat. 

Setahun kemudian pasca banjir tersebut, warga perumahan di sekitar Sigar Bencah sebagian tidak lagi khawatir mempermasalahkan wilayahnya sering dihantui banjir setiap kali musim hujan. Tanggul dahulu jebol telah diperbaiki Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dengan menggunakan model tanggul bronjong. 

Salah satu warga Djunaedi mengaku meski aman tetapi dirinya selalu was-was tetap saja khawatir bila banjir kembali terjadi. Warga trauma banjir kapan pun datang tidak diketahui, tanggul dinilai masih mengkhawatirkan apalagi kondisi cuaca belum kondusif. 

"Kekhawatiran banjir terjadi pasti ada kapan pun walaupun sebatas ingatan memori dan rasa trauma. Kalau keinginan kami warga mengharapkan tanggul kali dibuat permanen agar suatu saat tidak ada lagi ketakutan banjir menerjang seperti tahun lalu," ucap Djunaedi, Jumat (9/2). 

Djunaedi menceritakan, rasa khawatir terjadinya banjir muncul biasanya jika terjadi hujan deras dalam hitungan cukup lama berjam-jam. Alhasil, bagi warga dengan sendirinya memunculkan pikiran penasaran memastikan kondisi sungai, melihat tinggi debit air supaya siap dan waspada banjir jadi ancaman. 

"Kalau hujan deras, beberapa warga pasti akan segera melihat ke pinggir sungai memantau airnya seberapa besar. Air kiriman dari atas yang kita khawatirkan, kadang-kadang di Semarang tidak hujan tetapi sungai airnya penuh," ceritanya. 

Harapan sama dikatakan Kristiadi, warga Puri Dinar lain. Dirinya berharap tanggul Kali Pengkol dibangun lagi secara permanen agar mengantisipasi banjir. 

"Sudah bagus, cuma kita masih was-was. Baiknya mungkin tanggulnya dikuatkan lagi di bangun dengan beton dan rumah pompa banjir perlu ditambah supaya semakin aman," ucap Kristiadi. 

Selain masalah tanggul, warga lainnya Jumiati menilai banjir dapat tertangani keseluruhan bila talud saluran terpelihara yang menjadi tugas warga menjaga lingkungan. Sehingga, warga mesti memperhatikan kebersihan lingkungan perumahan serta mau gotong royong bersama menjaga lingkungan. 

"Talud yang sepertinya di Perum Dinar masih kurang. Namun, kembali lagi ke warga juga seharusnya sadar menjaga kebersihan lingkungan perumahan sebagai antisipasi banjir. Sepenglihatan saya, dari banjir 2023, saluran di beberapa kompleks ketika hujan deras air menggenangi jalan-jalan. Sampah penyebabnya, lingkungan kotor warganya acuh buang sampah di selokan," sebut dia.